Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Waspada Kekeringan, Risiko Karhutla Tahun Ini Lebih Besar

Fasya Mumtahanah • Kamis, 23 April 2026 | 02:00 WIB
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)
WASPADA KEKERINGAN: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang dan Kering dari Tahun Sebelumnya. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, RADAR BATU – Risiko karhutla pada tahun ini diperkirakan melonjak akibat musim kemarau yang datang lebih awal dan lebih lama. Terkait hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya langkah pencegahan guna menekan dampak kebakaran hutan yang diprediksi lebih besar dibanding tahun 2025.

"Artinya dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadinya karhutla tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Baca Juga: Baru Disahkan! Ini 12 Poin Penting UU PRT dan Dampaknya yang Wajib Diketahui

Data BKG menunjukkan kemarau panjang itu disebabkan fenomena El Nino yang muncul lebih cepat mulai Juni atau Juli tahun ini.

Fenomena itu diperparah kondisi curah hujan yang akan kurang dari 100 mm per bulannya.

Dengan begitu, setidaknya ada tiga kondisi kunci yang harus diwaspadai masyarakat. Pertama, kemarau panjang. Kedua, curah hujan yang paling rendah setelah 30 tahun, dan kekeringan lahan.

Baca Juga: Pemuda Dibekuk Polisi setelah Curi 19 Keping Emas Senilai Rp 54 Juta di Sidodadi Ngantang

Menurut Raja, kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains.

Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains.

Baca Juga: Ganggu Aktivitas Pasar Induk Among Tani Kota Batu, 1.400 Tutup U-Ditch Akhirnya Disingkirkan

“OMC yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum apinya menyala. Sekarang sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi, tinggi muka air tanah kita pantau ketika nanti di bawah 40 cm kita adalah OMC untuk menambah permukaan air tanah, terutama di daerah-daerah gambut kalau sudah menyala sulit padam, kalau cadangan airnya cukup insya Allah kita tidak akan terjadi kebakaran,” jelasnya.

Editor : Aditya Novrian
#el nino #kekeringan #kemarau