JAKARTA, RADAR BATU – Ribuan warga Kalimantan Timur (Kaltim) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (21/4). Unjuk rasa itu diikuti mahasiswa, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan masyarakat adat.
Demo itu merupakan respons kekecewaan rakyat terhadap kebijakan-kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang dianggap kontroversial. Mereka menuntut evaluasi kinerja Rudy serta pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 22 April 2026: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Setidaknya, ada empat kontroversi yang memicu aksi demo kemarin.
Pengadaan Mobil Dinas Berharga Fantastis
Baca Juga: Investasi Kota Batu Melonjak 2 Kali Lipat, Sektor Wisata dan UMKM Jadi Penopang Utama
Akhir Februari lalu, Rudy mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan reaksi negatif banyak orang. Ia disorot karena ingin membeli mobil dinas seharga Rp8,5 miliar.
Dirinya menganggap Kaltim merepresentasikan wajah Indonesia. "Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai kijang dek," tegasnya.
Baca Juga: Siswa SMKN 1 Batu Dilirik Industri Nasional Usai Berjaya di LKS Jatim
Rudy melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dianggap miskin. "Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tambahnya.
Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan dan perbincangan publik di media sosial dan ditanggapi berbagai pihak.
Baca Juga: TKA Jadi Penentu Utama SPMB 2026 di Kota Batu, Bobotnya Tertinggi Capai 35 Persen
Gaya Berpakaian Istri yang Turut Menjadi Sorotan
Tak hanya pernyataan Rudy tentang mobil dinas, penampilan sang istri juga disorot publik. Pasalnya, publik menilai gaya berpakaian istri Rudy, Sarifah Suraidah terlalu mencolok. Sebagian menganggap penampilannya seperti Noni Belanda.
Menanggapi komentar publik, Sarifah tak ambil pusing. "Hidup cuma sekali, hidup gak bisa diputar lagi. Lakukan apa yang mau dilakukan,” tulis Sarifah di Instagram Story-nya.
Baca Juga: Siswa SMKN 1 Batu Dilirik Industri Nasional Usai Berjaya di LKS Jatim
Gaji Tenaga Ahli Fantastis
Awal Maret lalu, Rudy kembali disorot karena menganggarkan dana miliaran rupiah untuk membayar puluhan anggota Tim Ahli Strategis Percepatan Pembangunan periode 2025–2030. Total anggaran tersebut mencapai Rp10,5 miliar yang mencakup gaji bulanan hingga biaya perjalanan dinas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Lampiran peraturan itu sudah dikonsultasikan dengan Kemendagri. Karena ini tenaga ahli dan kita mengacu juga pada beberapa daerah," kata Sri.
Baca Juga: Arus Lalu Lintas Kota Batu Sore 22 April 2026 Ramai Lancar di Sejumlah Ruas Jalan
Renovasi Rumah Dinas Mencapai Miliaran
Pada April 2026, Rudy lagi-lagi menimbulkan kontroversi. Ia kembali menganggarkan dana fantastis, kali ini untuk renovasi rumah dinas yang mencapai Rp25 miliar.
Ia mengklaim besaran anggaran tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan. "Tentu banyak hal yang harus dibenahi semuanya dan sebagainya," tuturnya.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber