KEPANJEN – Pengelolaan dan penanganan sampah di Kabupaten Malang masih harus ditingkatkan lagi.
Karena hingga kini, masih ada ratusan titik pembuangan sampah liar yang digunakan warga.
Praktis, separo lebih sampah yang dihasilkan warga Bumi Kanjuruhan belum ditangani dan dikelola dengan baik.
Padahal, seiring bertambahnya populasi penduduk di Kabupaten Malang, produksi sampahnya pun semakin meningkat.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi sampah tahun 2022 mencapai 1.192,82 ton per hari.
Jumlah tersebut meningkat di tahun 2023 yang mencapai 1.198,74 ton per hari. Sementara tahun 2024, diproyeksikan produksi sampah mencapai 1.204,30 ton per hari.
Jika ditotal, dalam satu tahun, maka jumlah sampah diproyeksikan mencapai 439.572 ton.
“Produksi sampah per tahun dihitung berdasarkan jumlah proyeksi penduduk yang dikalikan dengan 0,45 kilogram/orang/hari dan dikalikan lagi dengan 365 hari,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji.
Dia menyebutkan, sumber sampah terbanyak berasal dari permukiman.
Namun hingga saat ini, prioritas pengangkutan sampah masih di area pasar.
Sayangnya, persentase proporsi sampah yang diproduksi juga masih belum terukur.
Sebab, anggaran dan kompetensi tenaga ahli yang membidangi sampah regional masih terbatas.
Sekitar seribu ton sampah tersebut seharusnya diproses di tiga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Malang.
Yakni TPA Talangagung, Kecamatan Kepanjen, TPA Paras, Kecamatan Ponco kusumo, dan TPA Randuagung, Keca matan Singosari.
Namun Kepala DLH Kabupaten Malang Tito Febrianto Hadi Prasetya menyebut, masih terdapat lebih dari 50 persen sampah yang belum terkelola.
“Masih banyak ditemukan masyarakat yang membakar sampah, ditumpuk di lokasi pembuangan sekitar, hingga ada yang ditimbun maupun dibuang di lahan kosong dekat sungai,” kata dia.
Jika ditotal, terdapat 390 tempat pembuangan sampah informal yang tersebar di Kabupaten Malang.
Namun sebanyak 31 tempat pembuangan tersebut telah dibersihkan sebagai upaya edukasi masyarakat setempat terkait kebersihan lingkungan.
Upaya tersebut setidaknya telah mengalihkan 13.500 ton sampah yang tidak terkelola.
Di antaranya terdapat 3.100 ton sampah plastik yang seluruhnya dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Sedangkan, sebanyak 359 tempat pembuangan sampah informal lainnya masih dalam proses pembersihan. (yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana