RADAR BATU – Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap 10 Oktober, dan pada tahun ini jatuh pada Sabtu (10/10/2026). WHO mengangkat tema “Lived experiences heard: real voices, real change” yang menekankan pentingnya pengalaman langsung penyandang kondisi kesehatan mental dalam penyusunan kebijakan dan layanan.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental mahasiswa perlu mendapat perhatian serius, termasuk akses terhadap layanan bantuan yang memadai.
Beban kuliah, tugas menumpuk, dan persaingan sering jadi pemicu stres. Sebuah buku karya ilmiah menyebut tuntutan akademik yang tinggi dan persaingan antarmahasiswa sebagai penyebab stres di kalangan mahasiswa. Angkanya bervariasi antarpenelitian.
Misalnya, studi di satu fakultas kedokteran di Jakarta Barat menemukan 69,4 persen responden mengalami stres sedang dan 12,8 persen mengalami depresi sedang hingga berat. Namun, hasil itu hanya mewakili satu fakultas, sehingga tidak bisa dianggap sebagai gambaran seluruh mahasiswa Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 09 Oktober: Berkabut Hampir Sepanjang Hari, Suhu Puncak 22 Derajat
Data nasional untuk kelompok usia muda juga patut diperhatikan. Dari evaluasi Cek Kesehatan Gratis 2025, Kemenkes mencatat gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja lima kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok dewasa dan lansia.
Sebanyak 4,8 persen pelajar menunjukkan gejala depresi dan 4,4 persen gejala kecemasan. Data ini mencakup pelajar, bukan khusus mahasiswa, dan menunjukkan gejala hasil skrining, bukan diagnosis.
Ke mana harus mencari bantuan?
Pertama, layanan konseling dari Kemenkes bernama Healing119. Layanan ini gratis dan bisa diakses lewat situs healing119.id atau telepon ke 119 ekstensi 8, dengan konsultasi bersama psikolog lewat fitur panggilan dan obrolan. Layanan ini sedang ramai.
Kemenkes mencatat lebih dari 220.000 panggilan dan pesan WhatsApp dalam lebih dari setahun, dengan 500 sampai 600 pengakses per hari sejak Februari 2026. Akibatnya, antrean telepon cukup panjang sehingga masyarakat disarankan memakai situs healing119.id.
Perlu dipahami juga batas layanan ini. Healing119 bukan pengganti diagnosis atau perawatan menyeluruh dari psikolog, psikiater, maupun fasilitas kesehatan jiwa. Kalau butuh pendampingan lanjutan, kamu bisa mendatangi puskesmas untuk mendapat rujukan ke poli jiwa.
Banyak kampus juga punya unit konseling, jadi cek layanan di kampusmu. Terakhir, berbicara dengan teman, keluarga, atau dosen yang kamu percaya adalah langkah awal yang tepat.
Baca Juga: Pemkot Batu Pilih Apresiasi Buruh dan Pengusaha dalam Memperingati May Day
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari berbagai sumber