Dilan 1990 Punya Prekuel dan Beberapa Sekuel, Ini Urutan Nonton yang Sesuai Perjalanan Hidupnya

Nia Aldiana Saffanah • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 11:00 WIB
dilan

RADAR BATU - Dilan 1990 merupakan film drama romantis Indonesia yang rilis pada tahun 2018 lalu di bioskop Indonesia. Selama masa tayangnya, film ini berhasil medapatkan total 6.315.664 penonton.

Sejak rilis hingga saat ini, film Dilan 1990 sudah memiliki 1 film prekuel dan 4 film prekuel. Film sekuel dan prekuel dari Dilan 1990 ini masih berpusat pada kisah romansa dan kehidupan sang karakter utama, Dilan.

Berikut merupakan urutan menonton film-film Dilan berdasarkan usia serta jalan hidupnya, dan tidak berpatokan kepada tahun rilisnya.

 

1. Dilan 1983: Wo Ai Ni

Meskipun rilis beberapa tahun setelahnya, film ini adalah prekuel dari Dilan 1990. Jika ingin menonton film-film Dilan urut berdasarkan alur cerita hidupnya, maka film ini adalah yang pertama kali harus ditonton.

Karena, Dilan 1983: Wo Ai Ni menceritakan tentang Dilan saat masih berada di Sekolah Dasar. Film ini mengikuti kisah percintaan Dilan dengan Mei Lien, anak pindahan dari Semarang.

 

2. Dilan 1990

Dilan 1990 merupakan film Dilan yang pertama kali diproduksi dan tayang di Bioskop. Ini merupakan film cerita romansa Dilan yang perlu ditonton ke-dua setelah Dilan 1983: Wo Ai Ni jika mengurutkan dari perjalanan hidupnya.

Film ini menceritakan tentang Dilan yang kini sudah berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Di sana, ia bertemu dan jatuh hati dengan Milea, gadis pindahan dari Jakarta. Alur cerita ini mengikuti pertemuan pertama mereka, kejadian-kejadian yang dilalui hingga pada akhirnya resmi berpacaran.

 

3. Dilan 1991

Selanjutnya, Dilan 1991 berada di urutan ke-tiga ketika menonton film Dilan berdasarkan perjalanan hidupnya. Film ini merupaka sekuel pertama dari Dilan 1990.

Film ini menceritakan tentang dinamika hubungan antara Dilan dan Milea yang sudah resmi berpacaran. Disini, hubungan mereka mulai mengalami banyak konflik karena ketidak sukaan Milea terhadap aktivitas Dilan sebagai anak geng motor.

 

4. Milea: Suara dari Dilan

Milea: Suara dari Dilan berada di urutan ke-empat ketika menonton film Dilan berdasarkan perjalanan hidupnya. Kisah film ini mengambil sudut pandang Dilan dengan menampilkan beberapa hal yang tidak ditunjukkan di Dilan 1990 dan Dilan 1991.

Film ini juga menceritakan lebih lanjut dinamika Dilan sebagai anak geng motor ketika sudah berpacaran dengan Milea. Banyak konflik yang ia alami dengan Milea karena kurangnya komunikasi dan perbedaan pandangan, menyebabkan kandasnya hubungan romantis mereka pada akhirnya.

 

5. Ancika: Dia yang Bersamaku 1995

Film ini berada di urutan ke-lima untuk menonton semua film Dilan berdasarkan perjalanan hidupnya. Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 menceritakan tentang Dilan yang sudah tak lagi berpacaran dengan Milea. 

Ia kini sudah merupakan seorang mahasiswa dan bukan anggota geng motor lagi. Film ini mengikuti cerita Dilan yang berjuang untuk mendapatkan hati Ancika, seorang gadis SMA, hingga pada akhirnya bisa menjalin hubungan romantis dengannya.

 

6. Dilan ITB 1997

Dilan ITB 1997 berada di urutan ke-enam ketika menonton semua film Dilan berdasarkan perjalanan hidupnya. Film ini menceritakan tentang Dilan yang kini berada di tingkat akhir FSRD ITB.

Pacarnya, Ancika, kini sudah merupakan mahasiswa Psikologi di UNPAD. Di tengah kisah asmaranya dengan Ancika yang sedang terjalin dengan baik, Milea kembali muncul di dalam kehidupan Dilan. Film ini mengikuti kisah hubungan Dilan dan Ancika ketika Milea kembali hadir.

Itu dia urutan menonton film-film Dilan berdasarkan perjalanan hidupnya dan bukan dari tanggal tayang. Hingga saat ini, masih belum ada informasi lebih lanjut apakah film Dilan akan merilis prekuel atau sekuel lagi. 

Meskipun film-film Dilan yang sudah disebutkan di atas memiliki kaitan erat, pemeran di dalamnya mengalami pergantian. Contohnya, Dilan yang pertama kali hadir di layar lebar dengan pembawaan dari Iqbaal Ramadhan, digantikan oleh Arbani Yasiz di film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995, begitu juga dengan beberapa karakter di film-film yang lain.

 

Editor : Aditya N. Rian
prekuel dilan sekuel film