BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae di kawasan Stadion Gelora Brantas tak sekadar menjadi ruang rekreasi akhir pekan. Kegiatan itu berkembang menjadi ruang publik yang mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat. Masyarakat dari berbagai usia antusias memanfaatkan CFD untuk beraktivitas fisik. Mulai jalan sehat, jogging, bersepeda, hingga mengikuti senam zumba.
Pilihan untuk mendukung pola hidup sehat juga hadir dari sektor kuliner. Salah satunya melalui lapak milik Nisa Siregar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bumiaji. Nisa melihat peluang dari banyaknya jajanan berbahan tepung yang dijual di kawasan CFD. Ia kemudian memilih menawarkan aneka makanan kukusan.
Baca Juga: UMKM Baru Ramaikan CFD Mbatu Sae Kota Batu
“Awalnya saya posisikan diri sebagai pengunjung. Dari situ saya lihat peluang,” ungkap Nisa. Lapaknya menyediakan delapan varian menu. Di antaranya edamame, kacang kedelai, singkong, jagung rebus, dan telur rebus. Harganya juga relatif terjangkau. Menu tersebut dibanderol mulai Rp 2 ribu per porsi.
Respons pengunjung pun cukup positif. Terutama mereka yang membutuhkan asupan setelah berolahraga. “Kalau pesenam atau yang habis olahraga berat biasanya borong telur rebus karena butuh asupan protein,” tambahnya.
Baca Juga: Percantik Tampilan Kuku di CFD Mbatu Sae Kota Batu
Selain aktivitas fisik dan kuliner sehat, edukasi kesehatan turut meramaikan CFD Mbatu Sae. Salah satunya melalui stan Minyak Kayu Putih Cap Gajah. Product Knowledge Minyak Kayu Putih Cap Gajah Din Brodin mengatakan, keikutsertaan pihaknya di CFD Mbatu Sae sejak awal 2026 menjadi sarana untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Di sini kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk sehat bersama,” tuturnya. Melalui stan tersebut, pengunjung juga mendapat penawaran harga khusus. Edukasi diberikan terkait penggunaan produk kesehatan alami untuk berbagai kelompok usia, mulai balita hingga dewasa.
Editor : Fajar Andre Setiawan