BATU, RADAR BATU - Dulu, kalau sebuah serial mendapat respons bagus dari penonton dan kritikus, rasanya musim berikutnya tinggal menunggu waktu. Sekarang? Belum tentu.
Tahun 2026 menjadi contoh bagaimana kualitas saja ternyata tidak cukup untuk membuat sebuah serial bertahan hidup. Sejumlah serial dengan respons positif justru harus berakhir lebih cepat, termasuk Spider-Noir dan Wonder Man.
Spider-Noir bahkan mendapatkan 11 nominasi Emmy dan skor 92 persen dari Rotten Tomatoes. Namun, Prime Video tetap memutuskan untuk tidak melanjutkan serial yang dibintangi Nicolas Cage tersebut ke musim kedua.
Nasib Wonder Man juga tidak kalah aneh. Serial Marvel tersebut sebelumnya sempat mendapat lampu hijau untuk musim kedua setelah mendapat respons positif. Namun, keputusan itu kemudian dibatalkan Disney+ dan serial tersebut akhirnya tidak kembali.
Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan cara industri streaming menentukan masa depan sebuah tontonan. Serial tidak hanya dinilai dari seberapa bagus ceritanya, tetapi juga dari berapa banyak orang yang menontonnya, berapa biaya produksinya, dan apakah jumlah penonton tersebut cukup untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan.
Masalahnya, serial dengan produksi mahal membutuhkan jumlah penonton yang jauh lebih besar untuk dianggap menguntungkan. Hal ini membuat penonton berada dalam situasi yang agak menyebalkan. Mereka bisa saja menemukan serial bagus, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengikutinya, lalu mendapati ceritanya berhenti begitu saja karena tidak memenuhi hitungan bisnis platform. Era streaming ternyata tidak membuat serial menjadi lebih aman. Justru sebaliknya, sebuah serial sekarang harus terus membuktikan bahwa dirinya layak untuk tetap hidup.
Editor : Aditya NovrianSumber : berbagai sumber