BATU, RADAR BATU – Evanescence kembali menunjukkan taringnya di atas panggung. Band asal Arkansas, Amerika Serikat tersebut tampil di First Direct Arena, Leeds, Inggris, pada 9 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian tur album terbaru mereka, Sanctuary.
Konser tersebut menjadi salah satu penampilan penting dalam era baru Evanescence. Setelah merilis The Bitter Truth pada 2021, Amy Lee dan kawan-kawan kini membawa Sanctuary sebagai album studio keenam mereka yang dirilis pada 5 Juni 2026.
Berbeda dengan beberapa karya terdahulunya, Sanctuary memperlihatkan Evanescence dengan produksi yang terasa lebih modern dan berat. Salah satu sosok yang ikut memberikan warna baru adalah Jordan Fish, mantan personel Bring Me The Horizon, yang terlibat sebagai produser bersama Amy Lee, Zakk Cervini, dan Nick Raskulinecz.
Baca Juga: Setelah Vakum, Colorcode Resmi Rilis Album Debut ‘Constant Change’
Pengaruh tersebut terdengar melalui perpaduan gitar yang lebih agresif dengan elemen elektronik dan produksi yang lebih modern. Meski begitu, perubahan tersebut tidak membuat Evanescence kehilangan identitas lamanya. Vokal dramatis Amy Lee dan permainan piano yang menjadi ciri khas mereka tetap menjadi bagian penting dari Sanctuary.
Di Leeds, materi baru seperti Afterlife dan Calm Down berdampingan dengan lagu-lagu lama seperti Going Under. Penonton pun masih memberikan respons besar terhadap lagu-lagu yang membawa nama Evanescence melejit sejak era Fallen.
Namun, salah satu momen paling emosional datang ketika Amy Lee membawakan My Immortal dengan piano. Di tengah perjalanan karier Evanescence yang telah berlangsung lebih dari dua dekade, lagu tersebut kembali menunjukkan sisi lembut dari seorang vokalis yang selama ini dikenal dengan karakter suaranya yang besar dan dramatis.
Menariknya, Amy Lee sendiri tidak melihat usia sebagai alasan untuk berhenti bermusik. Dalam wawancara dengan The Guardian, ia mengatakan dirinya masih ingin terus membuat musik dan tidak menutup kemungkinan untuk tetap tampil hingga usia 60-an atau 70-an. Baginya, bermusik memberikan kehidupan melalui kesempatan untuk mempertemukan orang-orang.
Kini, Evanescence tidak sedang mencoba kembali menjadi band yang sama seperti ketika Fallen dirilis. Mereka justru membawa elemen lama tersebut ke dalam suara yang lebih modern. Sanctuary menjadi bukti bahwa setelah lebih dari 20 tahun, Evanescence masih bisa berubah tanpa harus meninggalkan identitas mereka.
Editor : Aditya NovrianSumber : theguardian, berbagai sumber