Pengumuman ini disampaikan oleh sang sutradara, Hanung Bramantyo, dalam sesi bincang-bincang di Ideafest 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 5 September kemarin.
Hanung membeberkan bahwa film ini merupakan adaptasi bebas dari drakor kesayangan penggemar, ‘Descendants of the Sun’. Yang artinya, film ini tidak berbentuk remake dan konteks cerita akan disesuaikan.
Film Akan Melewati Tahap Lokalisasi
Dalam sesi bincang-bincang, Hanung menyampaikan bagaimana serial drakor ‘Descendants of the Sun’ ini memiliki durasi yang panjang, yakni melebihi 60 jam dan memiliki 16 episode. Sehingga, remake tidak bisa dilakukan untuk adaptasi film ini.
“Ini adalah adaptasi secara bebas yang harus kita lokalisasi,” ungkap Hanung. Ia menyampaikan ingin mengangkat konflik yang dekat dengan dengan kehidupan masyarakat Indonesia dalam film adaptasi ini.
Lebih lanjut, Hanung mengungkapkan bahwa film adaptasi ‘Descendants of the Sun’ ini akan mempertemukan dua karakter utama tersebut di sebuah daerah Indonesia yang sedang mengalami konflik, dengan persoalan di dalamnya yang berhubungan dengan Indonesia.
Ini tentu berbeda dengan versi asli dari serial drakor tersebut, dimana dua karakter terbawa dalam konflik negara lain. Namun, latar belakang dua karakter diperkirakan masih akan berputar di sekitar dunia medis (dokter) dan militer.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Sumber dari berbagai sumber