Kembalinya Oasis juga diangkat lewat film dokumenter Oasis: Don't Look Back in Anger, yang melakukan pemutaran perdana di Venice Film Festival 2026. Film tersebut merekam perjalanan reuni Oasis dan tur Live ’25 mereka.
Oasis sendiri bukan nama baru dalam musik. Band asal Manchester itu mencapai puncak popularitasnya pada 1990-an lewat lagu seperti Wonderwall, Don't Look Back in Anger, dan Champagne Supernova. Mereka kemudian bubar pada 2009 setelah hubungan Noel dan Liam semakin sulit dipertahankan.
Meski sudah lama berlalu, musik Oasis ternyata masih punya tempat. Lagu-lagu mereka tetap didengarkan, sementara nama Noel dan Liam kembali muncul setiap kali ada kabar mengenai reuni.
Baca Juga: Naykilla, Vierratale dan Niken Salindry Siap Tampil di Konser Pita Kita Malang
Hal ini menunjukkan bagaimana nostalgia bekerja dalam musik. Orang datang bukan hanya untuk mendengar lagu yang mereka suka, tetapi juga untuk mengingat masa ketika lagu tersebut pertama kali mereka kenal.
Menariknya, nostalgia itu tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami era Britpop. Generasi yang lahir jauh setelah Oasis populer pun kini bisa mengenal lagu-lagu mereka lewat streaming, film, hingga media sosial.
Mungkin itu alasan mengapa reuni Oasis begitu ramai dibicarakan. Bukan cuma karena Noel dan Liam akhirnya kembali satu panggung, tetapi karena banyak orang mendapat kesempatan untuk kembali ke masa lalu melalui lagu-lagu yang pernah mereka dengarkan.
Editor : Aditya NovrianSumber : Sumber dari berbagai sumber