Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Battle Murai di Kota Batu Sedot Ribuan Animo Kicau Mania

Fajar Andre Setiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 19:00 WIB
KICAU MANIA: Salah seorang peserta memberi pakan pada burung murai batu miliknya untuk menambah energi dalam menghadapi kontes kicau mania kemarin (5/7).
KICAU MANIA: Salah seorang peserta memberi pakan pada burung murai batu miliknya untuk menambah energi dalam menghadapi kontes kicau mania kemarin (5/7).

 

JUNREJO, RADAR BATU - Gelaran Battle Murai Batu Part #2/2026 di Gantangan Barometer, Desa Beji, sukses menyedot antusiasme kicau mania. Panitia mencatat penjualan tiket menembus lebih dari 1.000 lembar. Angkanya meningkat hampir dua kali lipat dibanding penyelenggaraan tahun lalu yang hanya menjual sekitar 600 tiket saja.

Ketua panitia Agus Juniarso mengatakan, kompetisi tersebut diikuti sekitar 200-300 peserta. Separonya berasal dari Kota Batu. Sementara, sisanya datang dari berbagai daerah seperti Malang Raya, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Jombang, Surabaya, hingga Kediri.

“Tujuan kami bukan sekadar menggelar lomba. Namun, juga melestarikan burung berkicau dan membuka ruang bagi komunitas dan pemuda lokal untuk terlibat dalam penyelenggaraan event,” ujarnya.

BACA JUGA: Portugal Bertemu Spanyol, Akankah Mimpi Cristiano Ronaldo Menjuarai Piala Dunia Tetap Hidup?

Menurut Agus, peningkatan peserta tidak lepas dari komitmen panitia menjaga kualitas perlombaan. Battle Murai Batu menerapkan sistem juri blok terbuka dengan durasi penilaian 10 menit. Penilaian dilakukan empat juri yang dirotasi tanpa koordinasi satu sama lain.

Hal itu dilakukan untuk menjaga objektivitas. Aspek yang dinilai meliputi irama lagu, durasi kerja, volume suara, hingga gaya dan kondisi fisik burung. Panitia juga menerapkan aturan lomba tanpa teriakan dari peserta serta sanksi bagi burung yang melanggar ketentuan.

Kompetisi itu memperebutkan hadiah utama berupa sepeda listrik dan uang tunai Rp 1 juta. Tiket dibagi dalam beberapa kelas. Mulai dari reguler hingga kelas battle dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 550 ribu.

BACA JUGA: Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Biaya Pendidikan Gratis!

Agus mengungkapkan, penyelenggaraan event tersebut membutuhkan modal sekitar Rp 25 juta. Namun, menurutnya, tujuan utama bukan semata mengejar keuntungan. “Yang penting modal bisa kembali. Prioritas kami membuat peserta merasa nyaman sehingga mereka ingin kembali mengikuti event berikutnya,” katanya.

Salah satu peserta Abi Syukur warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu mengaku telah mengikuti lomba burung berkicau sejak 2010. Saat ini ia memelihara enam ekor murai batu. Salah satunya bernilai sekitar Rp 20 juta.

Menurut Abi, keberhasilan di arena bukan hanya ditentukan kualitas burung. Namun, juga pengaturan pakan dan perawatan menjelang lomba. “Sebelum perlombaan biasanya porsi jangkrik ditambah, diberi kroto, lalu dimandikan supaya performanya maksimal. Kalau kebanyakan pakan justru bisa terlalu agresif saat di gantangan,” pungkasnya. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kicau mania #battle murai #kota batu