Salah satu penyebab utama adalah kurangnya stimulasi otak akibat malas berpikir dan belajar hal baru. Ketika otak jarang digunakan untuk aktivitas yang menantang, koneksi antar sel saraf dapat melemah sehingga kemampuan mengingat ikut menurun.
Selain itu, kebiasaan begadang atau kurang tidur juga menjadi faktor penting. Saat tidur, otak bekerja untuk mengatur ulang dan mengonsolidasikan ingatan. Kurangnya waktu tidur dapat mengganggu proses tersebut sehingga konsentrasi dan daya ingat menurun drastis.
Kebiasaan multitasking juga turut berpengaruh. Mengerjakan banyak hal sekaligus membuat fokus terpecah, sehingga informasi tidak diproses secara optimal oleh bagian otak yang berperan dalam memori. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membuat seseorang lebih mudah lupa.
Faktor lain seperti stres kronis, kurang aktivitas fisik, hingga pola hidup tidak sehat juga dapat mempercepat penurunan fungsi otak. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan hormon kortisol yang mengganggu area memori, sementara kurang olahraga membuat aliran oksigen ke otak tidak optimal.
Selain gaya hidup, kondisi seperti kekurangan vitamin B12, efek samping obat tertentu, hingga gangguan kesehatan seperti tiroid atau masalah saraf juga dapat memengaruhi daya ingat seseorang.
Untuk menjaga kesehatan otak, masyarakat disarankan melakukan aktivitas sederhana seperti membaca, menghafal, bermain teka-teki, serta menjaga pola tidur yang teratur. Jika gangguan memori sudah mulai mengganggu aktivitas harian, pemeriksaan ke tenaga medis menjadi langkah yang tepat untuk dilakukan.
Baca Juga: 2026 Mending MacBook Neo atau MacBook Air M2? Simak Perbandingannya Sebelum Membeli
Editor : Aditya Novrian