Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Gaji Istri Lebih Besar dari Suami, Apakah Bisa Menjadi Masalah dalam Rumah Tangga?

Parahita Ade Kumala • Selasa, 2 Juni 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri (sumber foto: magnific)
Ilustrasi pasangan suami istri (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Di tengah meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, kondisi istri memiliki penghasilan lebih besar daripada suami semakin sering ditemui. Meski masih menjadi perbincangan di masyarakat, para ahli menilai perbedaan pendapatan bukanlah masalah utama dalam rumah tangga selama pasangan mampu membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai peran masing-masing.

Perbedaan penghasilan kerap menimbulkan tantangan ketika salah satu pihak merasa rendah diri atau justru lebih dominan dalam pengambilan keputusan. Padahal, keberhasilan rumah tangga tidak ditentukan oleh siapa yang memperoleh pendapatan lebih besar, melainkan bagaimana pasangan mengelola keuangan dan membangun kerja sama.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyepakati sistem pengelolaan keuangan sejak awal. Banyak pasangan memilih membuat rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga, sementara sebagian penghasilan lainnya tetap dikelola secara pribadi. Cara ini dinilai dapat membantu menciptakan transparansi sekaligus menjaga kemandirian finansial masing-masing.

Baca Juga: Bertahun-tahun Mangkrak, Bianglala Alun-Alun Kota Batu Dibiarkan Jadi Besi Tua

Selain itu, komunikasi terbuka menjadi faktor penting. Pasangan perlu mendiskusikan tujuan keuangan keluarga, mulai dari kebutuhan sehari-hari, dana darurat, pendidikan anak, hingga rencana masa depan. Sikap saling mendukung juga diperlukan agar perbedaan pendapatan tidak berubah menjadi ajang kompetisi dalam rumah tangga.

Dalam perspektif Islam, kondisi istri berpenghasilan lebih besar dari suami diperbolehkan dan tidak mengubah kedudukan masing-masing dalam keluarga. Suami tetap memiliki kewajiban memberikan nafkah sesuai kemampuannya, sedangkan penghasilan istri merupakan hak miliknya sendiri. Apabila istri membantu kebutuhan keluarga, hal tersebut dipandang sebagai bentuk kebaikan dan kerelaan, bukan kewajiban.

Pada akhirnya, keharmonisan keluarga lebih ditentukan oleh rasa saling menghargai, kepercayaan, dan kemampuan bekerja sebagai satu tim dibandingkan besarnya nominal penghasilan yang dibawa pulang setiap bulan.

Baca Juga: Dikawal Ketat KPK, 148 Aset Pemkot Batu Terdigitalisasi

Editor : Aditya Novrian
#suami istri #gaji #rumah tangga #lifestyle