Saat malam hari, tubuh sebenarnya sedang bersiap untuk beristirahat. Sistem metabolisme dan ritme biologis tubuh (ritme sirkadian) mulai melambat. Ketika makanan masuk pada waktu tersebut, tubuh harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan yang seharusnya diproses saat siang atau sore hari.
Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah meningkatnya risiko asam lambung naik atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini terjadi ketika seseorang makan terlalu dekat dengan waktu tidur, kemudian langsung berbaring. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas di dada, mual, hingga rasa tidak nyaman saat tidur.
Selain itu, makan tengah malam juga dapat mengganggu kualitas tidur. Organ pencernaan tetap aktif bekerja ketika tubuh seharusnya beristirahat. Kondisi ini sering menyebabkan perut terasa begah, tidur tidak nyenyak, hingga membuat tubuh lebih lelah saat bangun keesokan harinya.
Dari sisi metabolisme, tubuh cenderung lebih resisten terhadap insulin pada malam hari. Jika seseorang mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat menjelang tidur, kadar gula darah akan lebih sulit dikendalikan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Baca Juga: KPK Tunggu Musim Haji Usai untuk Bawa Kasus Yaqut ke Meja Hijau
Tak hanya itu, kalori yang masuk pada malam hari juga lebih mudah disimpan sebagai cadangan lemak karena aktivitas fisik sudah sangat minim. Akibatnya, berat badan lebih mudah naik, terutama jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari.
Untuk menjaga kesehatan, para ahli menyarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Jika benar-benar lapar pada malam hari, pilih camilan ringan yang lebih sehat seperti buah, yoghurt rendah gula, atau kacang-kacangan dalam porsi kecil.
Sesekali makan tengah malam mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika sudah menjadi kebiasaan, dampaknya bisa terasa pada kualitas tidur, berat badan, hingga kesehatan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dari Pizza hingga Pasta, Ini Tempat Menikmati Kuliner Italia di Malang Raya
Editor : Aditya Novrian