Tak sedikit orang mengira minuman berbahan buah, susu rendah lemak, atau yoghurt otomatis lebih sehat. Padahal, tambahan sirup, gula cair, gula aren, hingga krimer membuat kadar gula dalam satu gelas minuman melonjak jauh di atas kebutuhan harian tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan idealnya tidak lebih dari 25 gram per hari atau sekitar 6 sendok teh. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas maksimal konsumsi gula harian sebanyak 50 gram atau setara 4 sendok makan.
Beberapa minuman yang diam-diam tinggi gula antara lain boba atau milk tea. Dalam satu gelas, kandungan gulanya bisa mencapai 40 hingga 80 gram karena kombinasi sirup, brown sugar, dan topping boba. Artinya, satu gelas saja sudah cukup memenuhi bahkan melampaui batas konsumsi gula harian.
Kopi susu kekinian juga tidak kalah mengejutkan. Campuran kopi, krimer, susu kental manis, dan sirup perasa dapat menghasilkan sekitar 30-40 gram gula per gelas. Sementara Thai tea, matcha manis, serta yoghurt smoothie sering kali mengandung gula tambahan yang membuat total kandungan gulanya mendekati 50 gram.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Taman Bunga Hortensia di Tulungrejo
Jus buah kemasan juga perlu diwaspadai. Meski berasal dari buah, banyak produk kehilangan serat alaminya saat diproses dan ditambahkan pemanis agar rasanya lebih menarik.
Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, perlemakan hati, hingga mempercepat penuaan kulit akibat kerusakan kolagen.
Agar lebih aman, biasakan memilih opsi less sugar, mengurangi topping manis, membaca label nilai gizi sebelum membeli, serta menjadikan air putih atau teh tawar sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Sesekali menikmati minuman favorit tentu tidak masalah. Namun, jangan sampai label sehat membuat Anda lupa memperhatikan kandungan gula di dalamnya.
Editor : Aditya Novrian