Salah satu langkah paling penting adalah memilih potongan daging rendah lemak seperti has dalam atau gandik. Lemak putih yang menempel di permukaan daging juga sebaiknya dibuang sebelum dimasak untuk mengurangi kadar lemak jenuh. Selain itu, konsumsi jeroan seperti usus, babat, hati, dan otak disarankan dibatasi karena mengandung kolesterol jauh lebih tinggi dibanding daging biasa.
Baca Juga: Mantan Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu Ajukan Pensiun Dini
Cara memasak juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Metode rebus, kukus, atau panggang dinilai lebih aman dibanding menggoreng menggunakan banyak minyak. Jika memasak gulai atau opor, penggunaan santan encer lebih direkomendasikan agar kadar lemak tidak berlebihan. Banyak orang juga mulai menerapkan trik membuang lapisan minyak yang mengambang di kuah setelah makanan didinginkan beberapa saat.
Selain itu, pola makan pendamping juga penting diperhatikan. Hidangan daging sebaiknya dikombinasikan dengan sayuran tinggi serat seperti mentimun, brokoli, atau buncis untuk membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan. Konsumsi air putih yang cukup juga membantu tubuh tetap terhidrasi setelah makan berat.
Masyarakat juga dianjurkan tidak langsung tidur setelah makan daging dalam jumlah banyak. Jalan santai selama 15 hingga 30 menit dinilai efektif membantu pembakaran kalori dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.
Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang tidak berlebihan, menikmati hidangan kurban tetap bisa aman tanpa harus terlalu khawatir terhadap kolesterol.
Baca Juga: Sapi Kurban 1,2 Ton dari Presiden Disembelih di Brau, Pemkot Batu Apresiasi Sentra Susu Lokal
Editor : Aditya NovrianSumber : diolah dari berbagai sumber