Salah satu kesalahan paling umum adalah langsung mencuci daging mentah sebelum disimpan. Padahal, menurut sejumlah ahli pangan, mencuci daging justru dapat memicu pertumbuhan bakteri dan membuat daging lebih cepat rusak. Jika terdapat kotoran seperti rumput atau tanah, cukup bersihkan menggunakan tisu dapur atau lap bersih.
Baca Juga: 226 Jemaah Haji Asal Kota Batu Wukuf di Tengah Pengawasan Medis Ketat
Daging juga disarankan dipotong sesuai porsi sekali masak sebelum dimasukkan ke freezer. Cara ini membantu menjaga kualitas tekstur karena daging tidak perlu dibekukan ulang setelah dicairkan. Gunakan wadah kedap udara atau plastik ziplock agar aroma dan kualitas daging tetap terjaga.
Dosen Fakultas Peternakan IPB, Dr. Tuti, menyarankan proses thawing atau pencairan daging dilakukan perlahan di chiller kulkas, bukan di suhu ruang. Alternatif lain, daging bisa direndam dalam air dingin tanpa membuka kemasan agar tetap higienis.
Agar daging lebih empuk dan tidak bau prengus, banyak orang kini menggunakan parutan nanas muda atau daun pepaya sebagai pelunak alami. Selain itu, teknik merebus 5-30-7 juga mulai populer, yakni merebus daging selama 5 menit, mendiamkannya 30 menit dalam panci tertutup, lalu merebus kembali selama 7 menit.
Dengan penyimpanan dan pengolahan yang tepat, daging kurban bisa tetap nikmat diolah menjadi sate, gulai, hingga tongseng tanpa takut cepat rusak atau alot saat dimakan.
Baca Juga: SD dan SMP Negeri Kota Batu Defisit 65 Guru
Editor : Aditya NovrianSumber : diolah dari berbagai sumber