Hal ini terlihat dari data Spotify Daily Chart yang dibagikan akun X @tsurezure_lab. Indonesia tercatat menjadi salah satu negara Asia Tenggara dengan penurunan porsi musik K-Pop di tangga lagu digital. Dalam tiga tahun terakhir, porsi lagu K-Pop di chart Spotify Indonesia disebut turun dari sekitar 5 persen menjadi hanya 1 persen.
Di sisi lain, lagu-lagu musisi Indonesia justru terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pangsa pasar musik lokal di Spotify Indonesia disebut meningkat dari sekitar 60 persen pada 2023 hingga mencapai 78 persen pada 2026.
Baca Juga: Pemkot Batu Kejar Pajak 6.000 Kamar Vila, Petugas Sisir Rumah ke Rumah
Fenomena ini dinilai terjadi karena pendengar Indonesia kini lebih menikmati lagu yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lirik berbahasa Indonesia dianggap lebih relatable, terutama untuk tema percintaan, pertemanan, patah hati hingga keresahan anak muda yang sering dibagikan di media sosial.
Selain itu, kualitas produksi musisi lokal juga disebut semakin berkembang. Banyak lagu Indonesia kini memiliki konsep visual, storytelling, hingga aransemen musik yang tidak kalah dengan industri musik luar negeri. Hal ini membuat generasi muda mulai lebih bangga mendengarkan karya musisi tanah air.
Data survei Jakpat juga menunjukkan tren serupa. Sebanyak 74 persen responden disebut lebih mengikuti atau menjadi penggemar artis lokal, sementara penggemar K-Pop berada di angka sekitar 40 persen. Meski begitu, K-Pop masih memiliki basis penggemar yang cukup kuat, terutama di kalangan Gen Z dan perempuan muda.
Hal ini menunjukkan tren local pride di industri musik Indonesia semakin kuat. Lagu-lagu lokal kini tidak hanya ramai diputar di platform digital, tetapi juga mendominasi konten media sosial hingga menjadi soundtrack keseharian anak muda Indonesia.
Baca Juga: Hidden Camp Pondok Koeboed, Pilihan Camping dan Barbecue di Tengah Suasana Alam
Editor : Aditya Novrian