Tokoh CEO dalam dracin sering digambarkan pria sukses di usia muda, kaya raya, dingin, tetapi tetap green flag, romantis dan protektif. Karakter seperti ini menjadi daya tarik utama karena menghadirkan kombinasi yang sempurna, serta jarang sekali ditemukan di dunia nyata.
Maraknya potongan video di TikTok membuat penonton bisa langsung menikmati momen-momen romantis yang disuguhkan. Hal ini justru mempercepat penyebaran standar ideal tersebut.
Akibatnya, ekspektasi terhadap pasangan pun ikut meningkat. Tidak sedikit yang berharap menemukan sosok seperti CEO dalam tontonan. Padahal, karakter tersebut merupakan hasil konstruksi cerita yang sudah didramatisasi untuk kepentingan hiburan.
Baca Juga: 4 Nama Terdepak, 6 Pejabat Internal Berebut Kursi Sekda Kota Batu
Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan kuatnya pengaruh media terhadap pola pikir dan preferensi generasi muda. Apa yang sering dikonsumsi secara visual dapat membentuk standar, bahkan tanpa disadari.
Meski begitu, tidak semua dampaknya negatif. Bagi sebagian orang, tontonan ini bisa menjadi hiburan sekaligus inspirasi untuk membangun hubungan yang lebih baik. Namun, penting untuk tetap memilah antara realita dan fiksi agar tidak terjebak pada ekspektasi yang terlalu tinggi.
Fenomena ini menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial. Apa yang sering ditonton bisa membentuk cara pandang, termasuk soal hubungan dan pasangan ideal.
Selain itu, tren ini juga dipengaruhi algoritma media sosial yang terus menampilkan konten serupa sesuai minat pengguna. Paparan berulang membuat standar tersebut terasa semakin wajar dan dekat, sehingga tanpa disadari ikut membentuk ekspektasi dalam kehidupan nyata.
Baca Juga: Jemaah Haji Kota Batu Jalani Arba’in hingga Umrah, Semua Dilaporkan Sehat
Editor : Aditya Novrian