Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

5 Rekomendasi Novel Karya Brian Khrisna untuk Menemani Waktu Akhir Pekanmu

Parahita Ade Kumala • Minggu, 3 Mei 2026 | 04:00 WIB
Membaca buku diwaktu luang (sumber foto: magnific)
Membaca buku diwaktu luang (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Akhir pekan sering dimanfaatkan untuk beristirahat dari rutinitas yang padat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membaca novel.
Karya-karya Brian Khrisna dikenal tidak sekadar menghibur. Ceritanya banyak mengangkat tema kehidupan sosial, luka batin, cinta yang rumit, hingga proses penerimaan diri.

Baca Juga: Meninjau Kembali “Ruh” Pendidik di Era Modern

Berikut lima rekomendasi novel yang bisa menemani waktu santai kamu:
Bandung Menjelang Pagi
Novel ini cocok buat kamu yang lagi butuh suasana tenang tapi penuh makna. Ceritanya membawa kamu menyusuri Bandung di waktu-waktu sunyi, ketika kota mulai sepi dan pikiran justru ramai. Di dalamnya banyak potret kesepian, kegelisahan, dan pencarian arah hidup yang terasa dekat dengan realita anak muda. Bandung di sini nggak cuma soal tempat, tapi jadi ruang untuk refleksi diri.
Kudasai
Buku ini punya cara unik dalam menyampaikan cerita, ringan di awal tapi pelan-pelan jadi dalam. “Kudasai” banyak membahas hubungan manusia, dari yang sederhana sampai yang rumit dan penuh luka. Ada momen yang bikin ketawa, tapi juga ada bagian yang bikin sesak karena terlalu relate. Cocok buat kamu yang lagi ada di fase mempertanyakan hubungan dan perasaan

Sisi Tergelap Surga

Buku ini mengajak kamu melihat sisi hidup yang tidak selalu indah. Ceritanya cukup keras, tetapi di situlah pembaca diajak memahami luka, realita, dan arti bersyukur. Novel ini mengisahkan kehidupan masyarakat pinggiran kota yang berbanding terbalik dengan gemerlap Jakarta yang sering ditampilkan. Di dalamnya tergambar realitas keras kehidupan kelas bawah, di balik citra kota sebagai “surga” yang penuh kemewahan namun menyimpan sisi gelap.

23.59

Sesuai judulnya, novel ini terasa seperti waktu yang hampir habis. Ceritanya banyak mengangkat soal kehilangan, penyesalan, dan hal-hal yang sering datang terlambat. Di dalamnya ada perasaan ingin memperbaiki sesuatu, tapi waktu nggak selalu memberi kesempatan. Bacaan ini bakal bikin kamu mikir ulang tentang pilihan hidup dan hal-hal yang selama ini kamu tunda.

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Dari judulnya mungkin terlihat santai, tapi isinya jauh lebih dalam dari yang dibayangkan. Novel ini mengisahkan seorang pria 37 tahun yang mengalami depresi dan berniat mengakhiri hidup. Sebelum itu, ia memutuskan makan mie ayam, namun perjalanan tersebut justru mempertemukannya dengan orang-orang baru yang perlahan mengubah cara pandangnya tentang hidup, trauma, dan penerimaan diri.

Kelima novel ini memang bukan bacaan ringan yang bisa selesai tanpa membekas. Justru dari cerita-cerita itulah kamu diajak melihat realita lebih dekat dan bersyukur dengan hidup yang sekarang.

Bagi kamu yang ingin menikmati akhir pekan dengan sesuatu yang lebih bermakna, karya-karya ini bisa menjadi pilihan. Tidak hanya menemani waktu luang, tetapi juga memberi ruang untuk refleksi diri.

Baca Juga: Kasus Diadili di Pengadilan Militer, KontraS Ragukan Dakwaan terhadap Empat Pelaku Penyiraman Andrie Yunus

Editor : Aditya Novrian
#rekomendasi #lifestyle #buku