Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Menapa Latar Budaya Jawa Mendominasi Film Horor Indonesia?

Parahita Ade Kumala • Sabtu, 25 April 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi film horor (sumber foto: freepik)
Ilustrasi film horor (sumber foto: freepik)
BATU, RADAR BATU – Film horor menjadi salah satu genre yang paling diminati masyarakat Indonesia. Cerita yang menegangkan, penuh misteri, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat genre ini selalu memiliki tempat di hati penonton. Menariknya, hampir seluruh film horor Indonesia justru mengambil latar budaya Jawa. Mulai dari cerita pesugihan, santet, hingga ritual mistis, nuansa Jawa seolah menjadi pakem yang terus digunakan dalam industri film horor Tanah Air.

Lantas, menapa latar budaya Jawa begitu mendominasi?
Salah satu alasannya adalah karena budaya Jawa dikenal memiliki kekayaan mitos dan tradisi mistis yang kuat. Kepercayaan terhadap hal-hal gaib seperti pesugihan, santet, hingga roh halus sudah lama hidup dalam kehidupan masyarakat. Meskipun kini berada di era modern, kepercayaan tersebut tetap eksis dan bahkan menjadi sumber cerita yang menarik untuk diangkat ke layar lebar.

Baca Juga: Nggak Harus Keluar, Ini Cara Simpel Menikmati Weekend dari Rumah Aja

Selain itu, unsur mistik dalam budaya Jawa dianggap dekat dan relevan dengan penonton Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh populasi penduduk Jawa di Indonesia sebesar 56% dari seluruh penduduk Indonesia.

Cerita tentang balas dendam, kutukan, hingga perjanjian dengan makhluk gaib bukan lagi hal asing. Justru, kedekatan inilah yang membuat penonton lebih mudah merasa takut karena cerita terasa nyata dan mungkin terjadi di sekitar mereka.

Dalam kajian antropologi, kepercayaan terhadap hal mistis atau supranatural sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia. Namun, dalam konteks Jawa, kepercayaan tersebut melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari melalui tradisi dan kebiasaan yang masih dijalankan. Hal ini membuat cerita-cerita horor berbasis budaya Jawa memiliki makna mendalam sekaligus daya tarik tersendiri.

Dari sisi industri, pasar film horor di Indonesia juga sangat besar. Sepanjang tahun 2024, lebih dari 57 juta tiket film horor terjual. Angka ini menunjukkan bahwa minat penonton terhadap genre ini sangat tinggi. Tidak heran jika para produser terus menghadirkan film dengan tema yang sudah terbukti diminati, termasuk yang mengangkat budaya Jawa.

Baca Juga: Cobain Ini Saat ke Batu Night Spectacular, Dijamin Seru!

Bahkan, berdasarkan kajian dalam jurnal antropologi, tema pesugihan menjadi salah satu yang paling sering diangkat dalam film horor Indonesia. Selain itu, tema lain seperti kerasukan, balas dendam, cinta, hingga kutukan juga kerap muncul. Menariknya, tema-tema tersebut sering dikaitkan dengan nilai religius, khususnya Islam, serta tradisi lokal Jawa.

Hubungan antara film dan masyarakat juga turut memengaruhi hal ini. Film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga cerminan dari realitas sosial dan budaya yang ada. Artinya, apa yang ditampilkan dalam film sering kali berangkat dari kepercayaan dan pengalaman masyarakat itu sendiri.

Di zaman sekarang ini, khususnya dalam masyarakat Jawa masih kerap ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan mistis, mulai dari ritual tertentu, cerita tentang pesugihan, hingga praktik santet yang masih ditemukan di lingkungan sekitar. Meski modernisasi terus berkembang, nilai-nilai kejawen tersebut tetap hidup dan berjalan berdampingan dengan kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang membuat cerita horor berlatar budaya Jawa terasa lebih dekat, relevan, dan mudah diterima oleh penonton.

Baca Juga: Tiga Koperasi Desa Merah Putih Kota Batu Dapat Pikap Impor dari India

Dengan begitu, dominasi budaya Jawa dalam film horor Indonesia bukanlah kebetulan. Kekuatan cerita, jumlah populasi yang mendominasi, kedekatan dengan masyarakat, serta potensi pasar yang besar membuat latar ini terus digunakan. Selama unsur mistik masih hidup dalam budaya, kemungkinan besar film horor Indonesia akan terus kembali pada akar yang sama, yaitu budaya Jawa.

Editor : Aditya Novrian
#film #bioskop #horor #lifestayle