MALANG, RADAR BATU - Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Peringatan ini selalu identik dengan kebaya dan upacara seremonial. Namun, di era digital, generasi muda khususnya Gen Z memiliki cara yang lebih beragam dan kreatif dalam memaknai semangat emansipasi perempuan.
Jika dahulu, perjuangan emansipasi wanita selalu identik dengan akses pendidikan dan kesetaraan hak bagi semua manusia. Kini maknanya berkembang menjadi ruang untuk berekspresi, berkarya, dan menyuarakan pendapat secara lebih luas. Media sosial pun menjadi salah satu wadah utama yang membuka peluang banyak anak muda untuk berpartisipasi.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiah Nurochman Ajak Perempuan Melek Digital
Melalui platform media sosial TikTok dan Instagram, banyak anak muda membagikan konten yang mencerminkan semangat Kartini di masa kini. Mulai dari video edukasi tentang peran perempuan, cerita inspiratif, hingga karya kreatif seperti puisi, video sinematografi, hingga mereview buku-buku tentang perjuangan perempuan.
Menariknya, semangat Kartini versi Gen Z tidak selalu harus terlihat besar dan mewah. Hal-hal sederhana seperti berani berpendapat, mengembangkan potensi diri, hingga konsisten berkarya juga menjadi bentuk nyata emansipasi di era saat ini.
Di sisi lain, kreativitas juga menjadi kunci. Banyak anak muda yang merayakan Hari Kartini dengan membuat konten bertema peran dan jasa perempuan, merekomendasikan buku tentang perempuan, mengikuti kampanye digital, hingga berkolaborasi dengan komunitas untuk menyuarakan pesan positif.
Baca Juga: Pastikan Pertalite Aman, Anggota DPR Minta Pemerintah Jamin Stok di Tengah Kenaikan Harga Pasar
Meski demikian, penting untuk tetap memahami esensi dari peringatan ini. Emansipasi bukan hanya soal tren atau konten sesaat, melainkan tentang kesadaran akan hak, kesempatan, dan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan berbagai cara yang lebih fleksibel dan relevan, Gen Z menunjukkan bahwa semangat Kartini tetap hidup dan terus berkembang mengikuti zaman. Bukan lagi hanya sebagai simbol, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian yang diwujudkan melalui aksi dan karya nyata.
Editor : Aditya Novrian