MALANG KOTA - Masalah digitalisasi literatur tampaknya belum sepenuhnya berjalan mulus. Aplikasi perpustakaan digital nasional alias iPusnas dilaporkan mengalami gangguan akses sejak awal Januari lalu. Kondisi tersebut membuat mahasiswa di Kota Malang kelimpungan mencari referensi buku gratis untuk menunjang tugas akademik.
Meski layanan mulai pulih secara bertahap pada bulan ini, bayang-bayang gangguan serupa masih menghantui. Selama hampir tiga bulan, para mahasiswa kehilangan akses terhadap ribuan koleksi buku digital yang biasanya bisa dipinjam tanpa biaya. Padahal, iPusnas menjadi tumpuan utama di tengah terbatasnya jam operasional perpustakaan fisik.
BACA JUGA Ekspor Kota Batu Masih Mini, Rp20 Miliar Perdagangan Ternyata Hanya Antar Pulau
Sabrina Nafaisa, salah satu mahasiswa di Kota Malang mengaku terbantu dengan adanya aplikasi perpustakaan digital tersebut. Biasanya dirinya menggunakannya sebagai acuan dalam menulis makalah, artikel, atau tugas akhir. “Apalagi koleksinya cukup lengkap, mulai dari literatur pendukung tugas ilmiah ataupun bacaan santai,” jelasnya.
Namun, ia tak menampik bahwa aplikasi itu masih jauh dari kata sempurna. Selain sering error, sistem pencarian buku di iPusnas dinilai cukup menyulitkan. Pengguna seringkali harus berperang dengan kata kunci yang spesifik agar judul yang dicari muncul di layar. “Buku lebih mudah muncul jika diketik nama penulisnya. Ini cukup menyulitkan,” tambahnya.
BACA JUGA Volume Sampah Lebaran di Kota Batu Tembus 50 Ton Per Hari
Senada dengannya, Lintang Nur juga mengaku sering menjumpai aplikasi down selama penggunaan. Kondisi itu membuatnya harus datang ke perpustakaan fisik untuk mencari literatur lain. “Kalau di kampus koleksinya terbatas, sayang sekali kalau sering down begini,” tandasnya. (Sukma Fadilah/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan