Berita Terbaru Ekonomi & Bisnis Kesehatan Kriminal Lifestyle Malang Raya Nusantara Olahraga Opini Pemilu 2024 Pendidikan Peristiwa Sosok Teknologi Wisata & Kuliner

Pakar Satu Suara Batasi Screen Time Anak

Fajar Andre Setiawan • 2026-03-29 14:14:10
DALAM PENGAWASAN: Orang tua mengawasi anaknya saat bermain di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR MALANG
DALAM PENGAWASAN: Orang tua mengawasi anaknya saat bermain di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR MALANG

MALANG KOTA - Kalangan akademisi di Kota Malang satu suara mendukung pengetatan aturan pembatasan durasi layar alias screen time bagi anak. Langkah tersebut dinilai mendesak untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman isolasi sosial dan degradasi mental. Sebab, fenomena anak yang kecanduan layar ponsel sudah mengkhawatirkan.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dalam Sistem Elektronik. Regulasi yang dikenal dengan PP Tunas tersebut secara tegas membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. 

BACA JUGA Potensi Ekspor Kota Batu Mandek, Tersandera Legalitas, SDM Lemah, dan Bahan Baku Seret

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) Hanggara Budi Utomo menilai pembatasan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan kajiannya, penggunaan gawai yang tak terkendali terbukti merusak tiga pilar tumbuh kembang anak. “Khususnya pada aspek kognitif, sosial, dan emosional,” ungkapnya. 

Menurut Hanggara, regulasi pembatasan harus dibarengi dengan pendampingan aktif dari orang tua di rumah. Orang tua tidak boleh sekadar melarang. Namun, wajib menghadirkan alternatif kegiatan positif sebagai pengalihan dari dunia maya. Tanpa kehadiran figur orang tua sebagai teman diskusi, anak akan terus mencari pelarian ke layar ponsel.

BACA JUGA Gejolak Global dan Biaya Logistik Tekan Ekspor Batu, Pelaku Usaha Mulai Alih Pasar

Senada dengan itu, Koordinator Program Studi Bimbingan Konseling (BK) UM Muslihati menyebut durasi layar memiliki korelasi langsung dengan kesehatan mental. Berdasarkan hasil penelitiannya, semakin lama screen time seorang anak, semakin rendah pula keinginan mereka untuk bersosialisasi.

Sinyal bahaya itu menuntut adanya aturan main yang jelas, baik di lingkungan rumah maupun di sekolah. Meski demikian, aturan di atas kertas tidak akan maksimal tanpa pengawasan konsisten dari lingkungan keluarga. "Pembatasan ini bentuk penyelamatan masa depan generasi muda dari ancaman isolasi sosial akibat candu digital," pungkasnya. (Wanasa Rahmat Akbar Adzani/ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#tumbuh kembang anak #anak-anak