MALANG KOTA - Kiblat busana muslimah untuk menyambut Idulfitri 1447 Hijriah mulai bergeser. Jika tahun-tahun sebelumnya kemewahan identik dengan taburan payet yang padat dan mencolok, tren Lebaran tahun ini justru tampil lebih tenang tapi tetap berkelas.
Konsep layering alias menumpuk dengan material kain sheer (transparan) kini menjadi primadona yang paling diburu kaum hawa. Fenomena ini terekam jelas dalam gelaran Over The Looks (OTL) Bazaar di Mall Olympic Garden (MOG) Malang pada 26 Februari lalu.
Sejumlah jenama lokal yang unjuk gigi dalam bazar tersebut kompak menyuguhkan koleksi dengan nuansa minimalis dan elegan. Fitria, penjaga stan Renaette, mengaku salah satu jenama yang dikoleksinya ludes diburu pengunjung.
Material jenis organza tekstur dan jacquard floral diaplikasikan sebagai luaran yang melapisi inner polos menjadi primadona. “Konsep layering memberikan kesan feminin yang cocok untuk Lebaran,” terangnya.
Untuk bawahan, rok potongan A-line menjadi pasangan yang serasi. Tak pelak jika stan yang menjual satu set lengkap diserbu pengunjung. Tak hanya soal bahan, pergeseran juga terjadi pada palet warna. Warna-warna bold mulai ditinggalkan.
“Warna earth tone dan soft seperti broken white, cream, soft beige, hingga dusty pink menjadi yang paling dicari,” tutur Fitria. Untuk menyeimbangkan busana yang cenderung polos dan kalem, para hijabers Malang menjatuhkan pilihan pada hijab yang lebih beragam.
Hijab segi empat berbahan viscose serta pasmina printed menjadi sasaran. "Saya sengaja cari jilbab warna tie dye cokelat untuk Lebaran," ungkap Nayaka Dyah Larasati, salah satu pengunjung.
Bergesernya minat tren fesyen lebaran tahun ini menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap baju Lebaran. Tak hanya tampil cantik saat hari kemenangan, namun juga membangkitkan gairah designer brand lokal. (Fika Aghnia Rahma/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan