RADAR BATU — Jagung atau Zea mays bukan sekadar bahan pangan pokok alternatif, melainkan tanaman serbaguna yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia maupun dunia. Tanaman ini termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dan dikenal karena kemampuannya tumbuh subur di berbagai kondisi lahan, menjadikannya komoditas penting baik dalam bidang pangan, pakan ternak, maupun industri.
Jagung digemari karena rasanya yang manis alami serta kandungan nutrisinya yang tinggi. Sumber karbohidrat yang kaya serat ini mengandung vitamin B, antioksidan lutein, serta mineral penting seperti magnesium dan fosfor.
Baca Juga: Nikmati Lezatnya Nasi Jagung Khas Kota Batu: Tiga Warung Legendaris yang Wajib Dicoba
Cita rasanya yang khas membuat jagung cocok diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari jagung bakar, sup, perkedel, hingga camilan seperti popcorn dan keripik jagung.
Namun, nilai guna tanaman jagung tidak berhenti pada tongkolnya saja. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan.
Batangnya, bisa dijadikan pakan ternak atau bahan bakar biogas. Daun dan kulit jagung sering digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional seperti lepet dan wajik, bahkan menjadi bahan kerajinan ramah lingkungan. Sedangkan bonggol jagung, yang kerap dianggap limbah, kini dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik atau briket ramah lingkungan.
Tak heran bila jagung menjadi tanaman multifungsi yang diminati tidak hanya petani, tetapi juga pelaku industri.
Baca Juga: Menikmati Hangatnya Jagung Bakar di Batu! Ini Dia 4 Spot Favorit yang Wajib Dicoba
Di sektor pertanian, jagung menjadi tanaman sela yang ideal karena siklus tanamnya pendek dan bernilai ekonomi tinggi. Sementara dalam industri, tepung jagung (cornstarch) digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk makanan, kosmetik, bahkan bahan baku farmasi.
Di Indonesia sendiri, sejumlah daerah seperti Gorontalo, Jawa Timur, dan NTB dikenal sebagai sentra produksi jagung.
Pemerintah pun terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri.
Melihat manfaatnya yang begitu luas, tak berlebihan jika jagung dijuluki sebagai tanaman masa depan yang tak lekang oleh zaman.
Dengan pengelolaan yang tepat, jagung dapat terus memberi kontribusi besar, baik sebagai sumber pangan, bahan industri, maupun sebagai simbol kearifan lokal yang lestari. (fi)
Editor : Aditya Novrian