Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kenapa Ada yang Suka Americano? Ini Jawaban Ilmiahnya yang Bikin Kamu Takjub!

A. Nugroho • Kamis, 12 Juni 2025 | 19:13 WIB

Ilustrasi (freepik).
Ilustrasi (freepik).

RADAR BATU – Bagi sebagian orang, kopi Americano terasa terlalu pahit, bahkan menusuk lidah. Namun menariknya, banyak penikmat kopi justru menikmati rasa tersebut bahkan menjadikannya rutinitas harian. Apakah ini sekadar soal selera, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya?

Ternyata, rahasianya lebih dari sekadar rasa. Faktor genetik, adaptasi lidah, hingga kandungan senyawa aktif dalam kopi menjadi alasan mengapa rasa pahit Americano bisa terasa nikmat bagi sebagian orang.

Pahit Itu Relatif: Genetik Berperan

Rasa pahit dalam kopi berasal dari senyawa seperti kafein dan polifenol. Namun, cara seseorang merasakan pahit ternyata ditentukan oleh reseptor rasa di lidah yang berbeda-beda secara genetik.

 Baca Juga: Fakta di Balik Secangkir Kopi di Pagi Hari: Manfaat dan Risikonya

Orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap rasa pahit cenderung menghindari kopi hitam. Sebaliknya, mereka yang memiliki reseptor pahit yang tidak terlalu aktif justru bisa menikmati dan bahkan mencari rasa tersebut dalam setiap tegukan Americano.

Americano: Pahit yang Kaya Manfaat

Americano disajikan tanpa gula maupun krimer, hanya espresso yang ditambahkan air panas. Rasanya jelas lebih pahit dan pekat, namun justru menyimpan kekayaan manfaat.

Minuman ini kaya polifenol, antioksidan alami yang baik bagi tubuh. Ditambah lagi dengan kafein sebagai stimulan, Americano mampu meningkatkan fokus, suasana hati, hingga energi. Bagi sebagian orang, efek ini menambah kenikmatan saat menyeruput kopi, bahkan jika rasanya pahit.

Adaptasi Lidah: Dari Pahit ke Nikmat

Rasa pahit bukan sesuatu yang mutlak ditolak oleh lidah. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin dapat melatih otak dan lidah untuk menoleransi rasa pahit. Bahkan, rasa tersebut bisa memicu respon neurologis yang membuat otak mengasosiasikannya dengan kenikmatan.

Inilah mengapa banyak orang yang awalnya tidak suka kopi hitam, lama-kelamaan mulai terbiasa, lalu jatuh cinta pada rasa khas Americano.

Jenis Biji dan Teknik Seduh Berpengaruh

Faktor penting lainnya adalah jenis biji kopi dan cara penyajian. Arabika memiliki rasa lebih ringan dan aroma kompleks dibandingkan Robusta yang lebih pahit. Ketika diseduh menjadi Americano dengan metode yang tepat, rasa pahitnya bisa seimbang dan tidak menyengat.

Baca Juga: Waktu Terbaik Minum Kopi Tanpa Gula untuk Manfaat Maksimal

Suhu sangrai dan tekanan saat pembuatan espresso juga mempengaruhi cita rasa akhir. Tak heran jika Americano bisa terasa “pahit nikmat” di tangan barista yang andal.

Lebih dari Sekadar Rasa

Americano bukan hanya tentang kopi hitam yang kuat. Di balik rasanya yang tajam tersembunyi kompleksitas biologis dan psikologis yang membuatnya dicintai oleh sebagian orang. Gabungan antara genetik, adaptasi sensorik, serta manfaat kesehatan menjadikan Americano lebih dari sekadar minuman: ia adalah pengalaman.

Jadi, jika kamu masih heran mengapa ada orang yang bisa menikmati kopi pahit tanpa gula sama sekali, kini kamu tahu: pahit itu ternyata soal persepsi dan terkadang justru di sanalah letak kenikmatannya. (my)

Editor : A. Nugroho
#fakta kopi #kopi hitam #americano #kopi tanpa gula #kopi sehat