Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mitos atau Fakta: Benarkah Cuaca Mempengaruhi Mood?

A. Nugroho • Senin, 19 Mei 2025 | 20:30 WIB
(Pixabay - AbsoluteVision)
(Pixabay - AbsoluteVision)

BATU - Apakah Anda merasa lebih semangat saat cuaca cerah, atau justru lebih murung saat mendung dan hujan?

Ternyata, hubungan antara cuaca dan suasana hati bukan sekadar mitos.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa cuaca memang dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.

Meskipun dampaknya bisa berbeda-beda tergantung individu.

Menurut laman Tempest°, kondisi cuaca seperti sinar matahari, hujan, atau suhu ekstrem memang terbukti berkaitan dengan perubahan emosi.

Suhu hangat cenderung meningkatkan rasa bahagia, sementara cuaca mendung dan suhu di bawah 10°C dapat menurunkan semangat dan menimbulkan perasaan sedih.

Bahkan, suhu di atas 24°C telah dikaitkan dengan peningkatan rasa marah.

Sementara itu, risiko panic attack juga meningkat seiring dengan naiknya suhu udara.

Namun, tidak semua orang merespons cuaca dengan cara yang sama.

Dari laman healthline diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok dengan reaksi yang berbeda terhadap kondisi cuaca.

Beberap orang disebut sebagai “summer lovers” kelompok yang bahagia saat cuaca cerah.

Sedangkan “summer haters” justru merasa tidak nyaman saat suhu naik.

Ada pula yang disebut “rain haters” yang merasa sedih saat hujan.

Disisi lain, ada kelompok yang tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca sama sekali.

Kategori ini menunjukkan bahwa preferensi pribadi dan kondisi biologis memainkan peran besar dalam bagaimana cuaca memengaruhi mood seseorang.

Efek cuaca juga berkaitan erat dengan energi.

Hari-hari yang panjang dan cerah memberi sinyal pada tubuh untuk tetap aktif, sedangkan hari yang mendung atau pendek membuat kita merasa lesu.

Tak hanya itu, tekanan udara yang menurun juga dapat memicu sistem stres dalam tubuh, menyebabkan rasa gelisah, bahkan meningkatkan rasa sakit fisik.

Salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan cuaca adalah Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu bentuk depresi yang muncul saat musim gugur dan musim dingin.

Menurut Mayo Clinic dalam laman Tempest°, SAD berkaitan dengan berkurangnya sinar matahari yang mengganggu produksi serotonin dalam otak.

Umumnya pengobatan untuk masalah ini dilakukan dengan terapi cahaya, konsumsi suplemen vitamin D, hingga psikoterapi.

Jadi, apakah cuaca memengaruhi mood? Jawabannya adalah fakta.

Namun, pengaruhnya sangat tergantung pada kondisi individu, sensitivitas biologis, dan preferensi pribadi.

Memahami respons tubuh terhadap cuaca bisa membantu kita mengelola suasana hati dengan lebih baik entah itu dengan memperbanyak aktivitas di luar ruangan saat cuaca cerah.

Maupun mencari cara relaksasi saat langit mendung. (ney)

Editor : A. Nugroho
#mood #mitos atau fakta #cuaca