RADAR BATU - Dalam industri perfilman, konsep remake sering digunakan untuk menghidupkan kembali kisah-kisah populer dari luar negeri dalam versi yang lebih relevan dengan budaya dan selera lokal.
Indonesia pun tak ketinggalan dalam tren ini, dengan beberapa film yang dibuat ulang berdasarkan film luar negeri yang sukses di pasaran.
Remake dilakukan untuk berbagai alasan, seperti menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan penonton Indonesia, menyesuaikan konteks sosial dan budaya, serta memberikan sentuhan baru yang lebih segar pada film-film yang sebelumnya sudah dikenal luas.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Bangsa lewat Layar: Film Sejarah Indonesia yang Ikonik dan Menginspirasi
Selain itu, beberapa film luar memiliki premis menarik yang dapat dikembangkan lebih jauh dengan gaya sinematografi khas Indonesia.
Berikut beberapa film Indonesia yang merupakan remake dari film luar negeri
Miracle in Cell No. 7 (2022)
Film ini merupakan remake film Miracle in Cell No. 7 dari Korea Selatan yang tayang pada tahun 2013.
Miracle in Cell No. 7 mengisahkan seorang ayah dengan disabilitas intelektual yang dipenjara atas tuduhan yang tidak ia lakukan, lalu membangun persahabatan dengan para narapidana.
Versi Indonesia tetap mempertahankan nuansa emosional yang kuat, namun dengan pendekatan budaya yang lebih dekat dengan masyarakat lokal.
Selain itu, versi Indonesia juga memiliki film lanjutannya, yakni 2nd Miracle in Cell No. 7 yang mengisahkan perjalanan sang anak dengan teman-teman ayahnya yang merupakan para narapidana di sel nomor 7.
Baca Juga: Menteri Budaya Dukung Dunia Film Indonesia Melalui Dana Indonesiana
My Stupid Boss (2016)
Film ini merupakan terinspirasi dari film Horrible Bosses dari Amerika Serikat yang tayang pada tahun 2011.
Meski tidak secara langsung disebut sebagai remake, film ini memiliki konsep serupa dengan Horrible Bosses, yakni tentang hubungan antara bawahan dan atasan yang unik dan penuh konflik.
Dalam versi Indonesia, latar belakang kantor dan karakter dibuat lebih relevan dengan kehidupan di Asia.
Sweet 20 (2017)
Film ini merupakan remake film Miss Granny dari Korea Selatan yang tayang pada tahun 2014.
Sweet 20 mengisahkan seorang nenek yang tiba-tiba berubah menjadi gadis berusia 20 tahun setelah berfoto di sebuah studio misterius.
Versi Indonesia menghadirkan nuansa budaya lokal yang lebih kuat, dengan adaptasi cerita yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 5 Drama Korea Paling Populer Bulan Mei dengan Rating Tinggi
Hello Ghost (2023)
Film ini merupakan remake film Hello Ghost dari Korea Selatan yang tayang pada tahun 2010.
Hello Ghost Mengangkat kisah tentang seorang pria yang ingin mengakhiri hidupnya tetapi malah dihantui oleh empat hantu yang memiliki kisah masing-masing.
Versi Indonesia tetap mempertahankan unsur komedi dan drama, dengan adaptasi yang lebih cocok untuk penonton lokal.
Baca Juga: Rekomendasi K-Drama Bertema Kuliner yang Bikin Perut Keroncongan Saat Nonton
Cek Toko Sebelah The Series (2022)
Film ini terinspirasi dari film Kim’s Convenience dari Kanada yang tayang pada tahun 2016.
Meskipun bukan remake langsung, serial ini memiliki premis yang mirip dengan Kim’s Convenience, yang mengisahkan konflik keluarga dalam bisnis toko kelontong.
Adaptasi Indonesia menghadirkan lebih banyak elemen khas budaya Tionghoa-Indonesia serta humor yang lebih relevan dengan pasar lokal.
Remake film luar negeri menjadi bagian penting dalam perkembangan industri film Indonesia.
Dengan adaptasi yang lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat, film-film ini menghadirkan pengalaman yang segar bagi penonton sekaligus menunjukkan bahwa cerita yang baik dapat diterjemahkan ke dalam berbagai versi dan tetap menghibur. (fi)
Editor : A. Nugroho