Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Mengenal Diet Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko, dan Cara yang Tepat Menjalankannya

A. Nugroho • Selasa, 22 April 2025 | 22:05 WIB

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet

BATU - Gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam menjaga pola makan yang efektif dan berkelanjutan.

Salah satu metode yang populer dalam beberapa tahun terakhir adalah intermittent fasting (IF) atau puasa berselang.

Diet ini tidak hanya digemari oleh para pelaku gaya hidup sehat, tetapi juga mulai dilirik oleh masyarakat umum karena manfaatnya yang menjanjikan.

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa dalam siklus tertentu.

Baca Juga: Makan Gorengan Jadi Lebih Sehat, 4 Jenis Minyak Terbaik Untuk Kesehatan

Metode ini tidak membatasi jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi lebih menekankan pada kapan waktu yang tepat untuk makan.

Pola paling umum adalah 16:8, yaitu 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan, serta metode 5:2, yakni makan normal selama 5 hari dan membatasi kalori pada 2 hari lainnya.

Manfaat Intermittent Fasting

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

Baca Juga: Turun Berat Badan Sekaligus Dapat Pahala? Coba Diet Ala Puasa Daud!

- Membantu menurunkan berat badan dan membakar lemak tubuh lebih efektif.

- Meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga baik bagi penderita pradiabetes.

- Meningkatkan fungsi otak dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif.

- Mendukung proses detoksifikasi alami tubuh dan memperbaiki metabolisme.

Baca Juga: Kopi Americano untuk Diet: Apakah Benar Tren Tiktok ini Bisa Menyebabkan Turunya Berat Badan?

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski memiliki banyak manfaat, diet intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang.

Beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:

- Rasa lapar berlebihan pada awal menjalani puasa.

- Risiko gula darah rendah bagi penderita diabetes.

- Gangguan pola tidur dan konsentrasi.

- Tidak disarankan bagi ibu hamil, menyusui, atau orang dengan riwayat gangguan makan.

Baca Juga: Diet Karnivora: Benarkah Sehat untuk Tubuh dalam Jangka Panjang

Cara Menjalankan Inttermittent Fasting yang Tepat

- Metode 16/8: Puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela 8 jam. Contohnya, makan mulai pukul 11.00 hingga 19.00, lalu puasa hingga keesokan harinya.

- Metode 5:2: Makan normal selama 5 hari, lalu batasi kalori sekitar 500-600 pada 2 hari tidak berurutan dalam seminggu.

- Eat-Stop-Eat: Puasa selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu, metode ini lebih menantang dan kurang cocok untuk pemula.

Dengan pemahaman yang tepat, intermittent fasting dapat menjadi solusi sehat yang efektif untuk mencapai berat badan ideal dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter tetap disarankan sebelum memulai pola diet ini. (Tiwi)

Editor : A. Nugroho
#manfaat #Diet Intermittent Fasting #risiko