Polyphasic sleep menjadi salah satu topik menarik di tengah pencarian banyak orang terhadap cara meningkatkan produktivitas.
Polyphasic sleep atau tidur polifasik adalah pola tidur yang terbagi dalam beberapa periode singkat dalam sehari, berbeda dari kebiasaan tidur tunggal pada malam hari yang dikenal dengan sebutan monofasik.
Dalam praktiknya, seseorang yang menerapkan polyphasic sleep akan tidur lebih dari dua kali dalam 24 jam.
Meski tergolong tidak lazim, metode tidur ini memiliki beberapa variasi, dua di antaranya cukup populer: Uberman sleep dan Everyman sleep.
Uberman sleep dianggap sebagai versi paling ekstrem karena hanya mengizinkan total waktu tidur sekitar dua jam sehari, dibagi dalam interval tidur 20–30 menit.
Sementara itu, Everyman sleep menawarkan fleksibilitas lebih dengan total waktu tidur tiga hingga empat jam per hari.
Baca Juga: Waspadai Sejak Dini, 5 Masalah Kesehatan yang Paling Sering Dialami Perempuan
Pola ini biasanya terdiri dari tidur inti selama tiga jam di malam hari, ditambah tiga kali tidur singkat masing-masing 20 menit di siang atau sore hari.
Polyphasic sleep banyak dibicarakan karena diyakini mampu meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas.
Dengan waktu tidur yang lebih singkat, seseorang dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk bekerja, belajar, atau menekuni hobi.
Baca Juga: Sulit Tidur? Ini Cara Alami Mengatasi Insomnia
Di sisi lain, pola tidur ini juga dianggap memberikan fleksibilitas dalam mengatur jadwal harian.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa metode tidur ini tidak lepas dari risiko.
Tingkat adaptasi terhadap pola tidur ini tergolong tinggi dan dapat menimbulkan rasa lelah serta ketidaknyamanan di awal penerapan.
Selain itu, kurangnya durasi tidur yang memadai dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Aspek sosial juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat mayoritas aktivitas sosial dan pekerjaan mengikuti ritme tidur malam.(NR)
Baca Juga: Jangan Remehkan! 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Kesehatan Jantung
Faktanya, polyphasic sleep merupakan eksperimen tidur non-tradisional yang belum sepenuhnya dipahami manfaat maupun dampaknya secara ilmiah.
Sebelum mencobanya, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.
Meski menarik untuk dicoba, tidur yang cukup dan berkualitas tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental.(NR)
Editor : A. Nugroho