Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Cegah Ngantuk saat Mudik! Ini Tips dan Makanan Penambah Stamina

A. Nugroho • Selasa, 25 Maret 2025 | 21:30 WIB

 

Ilustrasi pengemudi yang mengantuk (pvproductions / freepik.com).
Ilustrasi pengemudi yang mengantuk (pvproductions / freepik.com).

RADAR MALANG – Mudik Lebaran 2025 segera tiba, dan jutaan pemudik bersiap untuk menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman. Salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan mudik adalah mengatasi kantuk saat berkendara. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik. Pakar kesehatan menyarankan pemudik untuk memperhatikan pola makan dan istirahat guna menjaga stamina.

Menurut Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, Ahli Gizi Masyarakat IPB University, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kantuk saat mudik. Kurangnya jam tidur akibat bangun lebih awal untuk sahur dan memaksakan mengemudi di malam hari bisa memicu rasa kantuk. Selain itu, perjalanan panjang dengan pemandangan yang monoton juga membuat pengemudi cepat bosan dan mengantuk.

Baca Juga: Sering Mabuk Perjalanan? 5 Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Mudik Lebaran

Untuk mengatasi hal ini, Karina merekomendasikan pemilihan makanan yang tepat sebelum dan selama perjalanan. Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak sehat dapat membantu menjaga stamina tubuh. Beberapa makanan yang disarankan antara lain beras merah, oat, jagung, ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih, gorengan, dan makanan manis juga penting untuk mencegah kantuk.

Selain pola makan, asupan cairan juga berperan besar dalam menjaga kewaspadaan saat berkendara. Meskipun berpuasa, pemudik disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih minimal 1,5 hingga 2 liter per hari saat sahur dan berbuka. Sementara itu, konsumsi kafein dari kopi atau teh memang bisa membantu mengurangi kantuk, tetapi efeknya hanya sementara. Terlalu banyak kafein justru bisa menyebabkan dehidrasi.

Baca Juga: Tips Mudik Nyaman Bersama Si Kecil: Perjalanan Seru, Bebas Rewel!

Dr. Andreas Prasadja, praktisi kesehatan, menekankan bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk bisa lebih berbahaya dibandingkan dalam keadaan mabuk. Kantuk dapat menyebabkan microsleep, yaitu tidur singkat yang terjadi tanpa disadari selama beberapa detik. Kondisi ini sangat berisiko ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Beberapa tanda kantuk yang perlu diwaspadai antara lain sering menguap, mata berair, kehilangan fokus, hingga lupa kejadian beberapa menit terakhir. Jika mengalami gejala tersebut, pengemudi disarankan untuk segera beristirahat dan tidur sejenak minimal 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Berhenti setiap 2-3 jam untuk melakukan peregangan otot juga dapat membantu mengurangi rasa lelah.

Baca Juga: Mudik Nyaman, Ibadah Lancar: Panduan Praktis Shalat Jamak dan Qasar untuk Pemudik Lebaran

Selain itu, berkendara bersama teman atau keluarga bisa menjadi strategi efektif agar pengemudi bisa bergantian menyetir atau sekadar mengobrol untuk tetap terjaga. Menghindari mengemudi pada jam tidur normal juga penting untuk mengurangi risiko kantuk.

Mudik adalah momen yang dinanti-nanti, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan pola makan yang tepat, istirahat yang cukup, serta strategi berkendara yang aman, perjalanan mudik bisa berlangsung lebih nyaman dan selamat. Jangan paksakan diri, lebih baik berhenti sejenak daripada mengambil risiko tinggi di jalan raya. (my)

Editor : A. Nugroho
#mudik sehat #lebaran 2025 #cegah kantuk #keselamatan berkendara #mudik lebaran #tips mudik