Konsisten membaca Al-Quran sangat penting karena mendapatkan balasan berupa pahala yang berlipat ganda, mampu meningkatkan pemahaman soal agama, memberikan ketenangan hati, serta dapat mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al_Quran dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim).
Pada 10 malam terakhir Ramadan atau Lailatul Qadr, membaca Al-Quran memiliki keutamaan yang luar biasa, nilainya lebih baik dari seribu malam.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Rekomendasi Surat-Surat Al-Qur'an untuk Meraih Keutamaan Malam Seribu Bulan
Dengan menjadikan Al-Quran sebagai rutinitas ibadah di penghujung Ramadan, seseorang dapat memperkuat kebiasaan baik yang bisa terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Berikut strategi untuk mempertahankan konsistensi membaca Al-Quran baik di malam Lailatul Qadr atau setelahnya:
1. Menetapkan target harian
Dengan menetapkan target harian seperti menentukan jumlah halaman, juz, atau durasi membaca Al-Quran setiap harinya agar lebih terarah dan konsisten.
Baca Juga: Zakat Fitrah 2025: Jumlah, Cara Bayar, dan Waktu Yang Tepat
2. Membuat jadwal khusus untuk membaca Al-Qur'an
Luangkan waktu untuk membaca Al-Quran dalam sehari, seperti setelah sholat atau sebelum tidur untuk menjaga rutinitas membaca.
3. Menggunakan metode yang nyaman
Pilih cara yang sesuai, seperti mushaf Al-Quran, yaitu salinan fisik Al-Quran yang berisi kumpulan surat dan ayat-ayat yang berurutan.
Selain mushaf Al-Quran, juga bisa menggunakan metode murottal Al-Quran, kegiatan yang mendengarkan rekaman bacaan Al-Quran yang dilantunkan oleh seorang qari.
4. Memanfaatkan waktu setelah sholat dan menjelang sahur
Gunakan waktu-waktu utama yang tenang dan penuh berkah untuk membaca Al-Quran dengan lebih khusyu’.
5. Membaca bersama keluarga atau teman untuk meningkatkan motivasi
Ajak orang-orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat untuk membaca Al-Quran bersama agar lebih termotivasi dan bisa saling mengingatkan dalam beribadah.
Keutamaan 10 malam terakhir Ramadan disebut sebagai fase Itqun Minan Nar, yaitu pembebasan dari neraka, maka dari itu malam Lailatul Qadr dianggap sebagai momen berharga dan menjadi kesempatan para umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (nai)
Editor : A. Nugroho