BATU, RADAR BATU - Pasar gelap narkotika kini mulai menjalar ke kelompok usia produktif. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu pekan pertama Juni ini ada lonjakan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dari semula 1,73 persen menjadi 2,11 persen. Guna membendung laju penetrasi zat adiktif itu, BNN mengintensifkan program intervensi dini secara maraton ke lembaga pendidikan.
Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Batu Budi Hariyanto mengatakan sebaran para pengguna barang terlarang ini berada dalam rentang usia yang sangat lebar, yakni antara 15 sampai 63 tahun. Fakta ini menegaskan tidak ada lagi ruang yang benar-benar steril dari cengkeraman narkotika, mulai dari lingkungan sekolah menengah hingga area kerja kedinasan.
Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap atas Dugaan Narkoba, Bareskrim Polri Pantau Kasus
Strategi jemput bola melalui gerakan Ananda Bersinar kini jadi andalan BNN. Program ini dirancang sebagai langkah mitigasi yang digelar rutin setiap satu minggu sekali. Fokus utamanya adalah mengedukasi nalar generasi muda. Tujuannya agar tidak membiarkan rasa ingin tahu berujung pada Tindakan coba-coba yang merusak masa depan.
Pria yang akrab disapa Feri itu menjelaskan benteng pertahanan terbaik harus ditanamkan sejak dini melalui jalur instruksional formal. Setiap hari Senin, petugas turun langsung ke sekolah- sekolah untuk menjadi pembina upacara sekaligus mengonsolidasikan pembentukan Saka Anti Narkoba.
“Langkah edukasi ini dikombinasikan secara hibrida, baik melalui tatap muka luring maupun kampanye digital lewat siaran radio, gelar wicara, dan media social resmi,” ucap Feri. Evaluasi selama lima bulan berjalan sejak awal tahun ini menunjukkan respons positif dari berbagai Lembaga pendidikan dan instansi vertikal. (kr1/dre)
Editor : A. Nugroho