BATU, RADAR BATU – Kasus kematian dua pria akibat diduga menenggak minuman oplosan di Kota Batu masih dalam penyelidikan Polres Batu. Hingga Rabu (6/5), polisi masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk memastikan kandungan cairan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kontrakan home industry tempe di Jalan Sarimun, Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Tiga pria berinisial KJ, IH, dan DW diketahui berkumpul sejak Minggu (3/5) sore sebelum akhirnya mengonsumsi cairan misterius yang diduga menjadi penyebab kematian dua korban.
Baca Juga: Bus Seruduk Xenia hingga Terbalik di Desa Pesanggrahan, Kota Batu
Kronologi Konsumsi Cairan Oplosan di Rumah Kontrakan
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menjelaskan, ketiganya telah janjian bertemu di lokasi kejadian.
“Hasil pelacakan melalui ponsel korban, mereka memang janjian bertemu di rumah kontrakan,” ujarnya.
DW (40) disebut menyiapkan minuman dalam sebuah mangkuk yang kemudian diminum bersama. Bahkan keesokan harinya, ketiganya masih sempat beraktivitas di kawasan Pasar Among Tani sambil membawa botol berisi cairan serupa.
Namun kondisi memburuk saat mereka kembali ke rumah IH di Desa Oro-Oro Ombo. Ketiganya dalam kondisi mabuk berat sebelum akhirnya tertidur.
Baca Juga: Penganiayaan Brutal di Warung Kopi, Desa Pesanggrahan, Kota Batu Segera Disidangkan
Dua Korban Meninggal, Satu Masih Dirawat Intensif
Efek fatal cairan tersebut mulai terlihat pada Senin malam (4/5). KJ (36) ditemukan meninggal dunia di rumahnya. IH sempat mengeluh sakit perut dan penglihatan kabur sebelum akhirnya meninggal dunia di RS Baptis pada Selasa dini hari (5/5) pukul 03.00 WIB.
Sementara DW masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi setengah sadar.
“Satu korban masih dirawat intensif sehingga belum bisa dimintai keterangan secara akurat,” jelas Joko.
Baca Juga: Pelemparan Batu di Pujon, Kabupaten Malang Dilatarbelakangi Motif Emosi
Polisi Amankan Barang Bukti dan Tunggu Hasil Labfor
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut di Labfor Polda Jatim. Di antaranya galon berisi sisa cairan, mangkuk dan gelas kaca, serta ponsel milik IH yang berisi rekaman video saat mereka mengonsumsi minuman tersebut.
Joko menegaskan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan jenis zat yang terkandung dalam cairan tersebut.
“Pemeriksaan saksi-saksi masih berjalan. Hasil penyelidikan akan kami sampaikan setelah pemeriksaan Labfor selesai,” tegasnya.
Editor : Aditya Novrian