MALANG KOTA - Fenomena konsumsi minuman beralkohol di kalangan anak muda Kota Malang kian mengkhawatirkan. Tak hanya memicu gangguan kamtibmas, miras terbukti merusak masa depan dan menurunkan daya ingat. Temuan terbaru menunjukkan, mayoritas pecandu miras kini mengalami gangguan memori tingkat sedang.
Fakta tersebut terungkap dalam penelitian Institute Technology of Science and Health (ITSK) dr Soepraoen Malang. Riset yang menyasar kelompok dewasa awal tersebut memotret hubungan erat antara adiksi alkohol dengan kerusakan otak. Dari 50 responden yang diteliti, separuhnya masuk kategori kecanduan berat atau substantial addiction.
BACA JUGA Pakar Satu Suara Batasi Screen Time Anak
Salah seorang tim peneliti ITSK dr Soepraoen Malang Raka Syahputra mengaku mendapati hanya 28 persen responden yang memiliki fungsi memori normal. Sisanya, sebanyak 58 persen atau 29 orang sudah mengalami gangguan memori tingkat sedang. “Artinya, semakin tinggi tingkat kecanduan alkohol, semakin besar risiko gangguan memori,” ujarnya.
Tak hanya merusak saraf, miras juga menggerogoti fisik dari sisi nutrisi. Hal itu diperkuat oleh tim riset Magister Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Ezequiel Dos Santos Vasconcelhos. Menurutnya, asupan nutrisi seperti buah dan sayur jauh lebih dibutuhkan daripada alkohol.
BACA JUGA Mahasiswa Terdampak Server Down Perpustakaan Digital
Rentetan temuan ilmiah ini seolah menjadi tamparan di tengah maraknya promosi miras yang belakangan viral di Kota Malang. Bahkan, keberadaan toko miras di dekat lingkungan kampus dinilai kontraproduktif dengan predikat Kota Malang sebagai kota pendidikan. Publik dan akademisi kini mendesak adanya edukasi kesehatan yang masif.
Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum oleh aparat. Namun juga harus masuk ke kurikulum pendidikan. “Pencegahan dan intervensi dini di tingkat institusi pendidikan sangat diperlukan untuk melindungi masa depan dewasa awal,” tandasnya. (Wanasa Rahmat Akbar Adzani/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan