BATU - Bangunan Pasar Unggas dan tempat selep yang ada di belakang Pasar Sayur belum rampung. Padahal, para pedagang sudah tidak dapat menempati Pasar Relokasi. Hingga saat ini, proses pembangunan area Pasar Unggas tersebut sedang dalam tahap tender.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu Bangun Yulianto mengatakan, pembangunan Pasar Unggas dan tempat selep akan dilakukan segera. Namun saat ini untuk pembangunan tahap 2 sedang dalam tahap tender. "Pengembangnya mungkin berbeda dari tahap 1 kemarin," katanya pada koran ini, Jumat (3/5).
Menurut dia, dana yang dialokasikan untuk pembangunan tahap 2 mencapai Rp 2,9 miliar. Yang mana anggaran itu akan digunakan untuk membangun dinding samping, atas, saluran pembuangan, dan lainnya. "Saya rasa proses pembangunan masih kurang banyak apalagi untuk dinding, atap, dan lainnya," ujar Bangun.
Meskipun terdiri dari 2 lantai, para pedagang hanya akan menempati lantai atas. Bangun mengatakan, untuk fungsi lantai bawah akan diserahkan pada Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). "Untuk lantai bawah tidak diperuntukkan berdagang. Namun pemanfaatan lantai bawah akan diserahkan pada dinas terkait," ucapnya.
Sementara itu, untuk target penyelesaiannya diperkirakan membutuhkan waktu 3 bulan. Tendernya akan selesai di bulan ini, kemudian pembangunan berlangsung selama 2 bulan. "Harapannya, bulan depan sudah bisa melakukan pembangunan. Jadi total 3 bulan dari sekarang harapannya bangunan tersebut sudah dapat digunakan," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah