BATU, RADAR BATU - Realisasi belanja Pemkot Batu hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai Rp 515,11 miliar. Capaiannya setara dengan 49,04 persen. Sementara, pagunya mencapai Rp 1,05 triliun. Pemkot menargetkan percepatan penyerapan pada triwulan keempat. Saat ini penyelesaian proyek fisik dan pelaksanaan belanja rutin masih terus berjalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Arie Chrisdianto mengatakan, sebagian belanja rutin memang dijadwalkan terealisasi pada akhir tahun anggaran. Pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan persediaan barang habis pakai di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Baca Juga: Gubug Asape Batu, Tempat Makan Asapan dan Bakaran dengan Suasana Gubuk Tradisional
“Pelaksanaan belanja yang bersifat rutin akan dilaksanakan pada triwulan IV. Pelaksanaan ini disesuaikan dengan jumlah persediaan barang pakai habis pada masing-masing SKPD,” ungkap Arie. Selain belanja rutin, penyerapan anggaran juga dipengaruhi progres proyek fisik.
Sejumlah program pembangunan infrastruktur dan pekerjaan konstruksi masih berada pada tahap pengadaan barang dan jasa serta pengerjaan awal oleh pihak rekanan. “Perkiraan pekerjaan akan selesai pada sekitar bulan November dan Desember,” tegasnya.
Baca Juga: Fasilitas Cadillac F1 Diklaim Melebihi Mercedez, Begini Ujar Valtterri Botaz
Arie memperkirakan realisasi belanja akan meningkat seiring penyelesaian proyek-proyek tersebut. Namun, percepatan tetap bergantung pada perkembangan pekerjaan di lapangan dan jadwal realisasi masing-masing kegiatan.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, persentase penyerapan belanja pada 2026 tercatat lebih tinggi. Per 31 Agustus 2025, realisasi belanja mencapai 45,12 persen atau Rp 562,12 miliar dari pagu sekitar Rp 1,24 triliun.
Baca Juga: Kapolres Baru Diminta Jaga Sinergi Pengamanan Kota
Meski persentasenya meningkat, nilai nominal belanja yang terealisasi hingga Agustus 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Perbedaan tersebut terjadi di tengah perubahan pagu belanja daerah dari sekitar Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,05 triliun.
Sementara itu, dari sisi pendapatan, realisasi hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp 577,60 miliar atau 61,01 persen dari target Rp 946,60 miliar. Penerimaan itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 200,43 miliar dan pendapatan transfer Rp 377,17 miliar.
Baca Juga: Aktor Yadi Timo Tutup Usia, Masih Bernyanyi dan Bercanda Sehari Sebelum Wafat
Sektor pembiayaan daerah juga mencatatkan realisasi Rp 126,22 miliar atau 121,65 persen dari target Rp 103,75 miliar. Wali Kota Batu Nurochman mengaku akan mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama dalam merealisasikan program yang belum berjalan sesuai rencana.
Monitoring dan evaluasi j uga akandilakukan secara berkala. Hal itu bertujuan untuk memastikan pelaksanaan anggaran tetap sesuai prioritas. “Kami berkomitmen mengoptimalkan belanja daerah melalui prinsip efisiensi, efektivitas, dan penganggaran berbasis kinerja,” paparnya.
Baca Juga: Bukan Piknik, Ini Perubahan Besar Film Sense and Sensibility 2026 Menurut Daisy Edgar-Jones dan Fran
Nurochman menegaskan, belanja daerah diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Fokusnya meliputi pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang tersisa hingga akhir 2026, percepatan penyelesaian program jadi perhatian Pemkot Batu. Progres proyek fisik dan realisasi belanja rutin akan turut menentukan capaian serapan anggaran pada penutupan tahun.
Editor : Fajar Andre Setiawan