Lab Kentang Sumberbrantas Targetkan Produksi Naik

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 15:17 WIB
TINGKATKAN PRODUKSI: Pembangunan laboratorium pertanian di Desa Sumberbrantas dalam tahap pemasangan fondasi pada Jumat lalu (2/10).
TINGKATKAN PRODUKSI: Pembangunan laboratorium pertanian di Desa Sumberbrantas dalam tahap pemasangan fondasi pada Jumat lalu (2/10).

BUMIAJI, RADAR BATU - Laboratorium pertanian senilai Rp 1,28 miliar yang dibangun Pemerintah Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji ditargetkan mampu mendorong peningkatan produksi kentang hingga 50 persen. Fasilitas tersebut bertujuan memperkuat pembibitan kentang melalui kultur jaringan.

Kepala Desa Sumberbrantas Saniman mengatakan laboratorium tersebut akan menghasilkan bibit siap tanam. Pengelolaannya akan melibatkan kelompok petani milenial.

“Dengan adanya lab ini, otomatis bibit kentang baru semua. Kami berharap peningkatannya bisa 50 persen disbanding produksi sekarang,” ujarnya.

Pengembangan pembibitan menjadi penting karena produksi kentang Kota Batu terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Meski begitu, pertumbuhannya masih belum signifikan. Pada 2023, produksi tercatat 8,29 ribu ton. Angka itu naik menjadi 8,33 ribu ton pada 2024 dan 8,59 ribu ton pada 2025.

Dari total produksi 2025 tersebut, Kecamatan Bumiaji menyumbang sekitar 8,58 ribu ton. Sumberbrantas menjadi salah satu desa sentra produksi kentang di wilayah tersebut. Saniman menyebut kentang Sumberbrantas memiliki kualitas yang cukup baik. Selain memiliki kandungan pati tinggi, komoditas tersebut dinilai relatif tahan terhadap penyakit.

Baca Juga: Laboratorium Desa Sumber Brantas Kembangkan Bibit Kentang Granola Lembang  

Produksinya bahkan dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Papua. Laboratorium dibangun di atas area sekitar 200 meter persegi. Sementara luas keseluruhan lahan mencapai kurang lebih 1.100 meter persegi. Pembangunan menggunakan anggaran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“Saat ini masih proses pembangunan fondasinya dan ditargetkan selesai akhir tahun. Tidak hanya laboratorium, di sana juga akan ada greenhouse,” kata Saniman. Bibit hasil kultur jaringan nantinya dikeluarkan dalam bentuk planlet. Bibit tersebut kemudian ditanam terlebih dahulu di dalam greenhouse sebelum dipindahkan ke lahan pertanian.

Pembangunan dan pengembangan laboratorium akan dikoordinasikan hingga tahap penyelesaian. Pemerintah desa juga mendapat pendampingan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangannya. (yun/dre)

Editor : Aditya Novrian
BKK Laboratorium pertanian produksi kentang BRIN