Pasar Kuliner Tulungrejo Terkendala Modal

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:26 WIB
ANDALKAN WISATAWAN: Pasar kuliner di Desa Tulungrejo sepi. Deretan UMKM tersebut mayoritas mengandalkan kunjungan wisatawan ke Mikutopia. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
ANDALKAN WISATAWAN: Pasar kuliner di Desa Tulungrejo sepi. Deretan UMKM tersebut mayoritas mengandalkan kunjungan wisatawan ke Mikutopia. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI - Sengketa lahan di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji dinyatakan tuntas. Hal itu setelah warga menyepakati pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan. Untuk meningkatkan pendapatan, warga secara swadaya membangun pasar kuliner di samping Mikutopia. Sayangnya, pengembangan pasar tersebut terkendala modal.

“Kendala pengembangan pasar kuliner tersebut ada di modal,” ujar Kepala Desa Tulungrejo Suliono. Sebagian besar warga berharap kucuran kredit perbankan untuk modal usaha UMKM dan pelunasan akhir sengketa tanah. Selain modal, pasar kuliner tersebut juga belum rutin ramai.

“Kalau akhir pekan dan musim liburan masih lumayan ramai,” katanya.

Baca Juga: 19 Rumah Adat Jadi Magnet Baru Zona Kuliner Pasar Induk

Berdasar pengamatan di lapangan, gang samping Mikutopia tampak sepi. Sebagian lapak milik warga juga masih tutup. Yusro Fathur Rohman, salah satu pedagang menyebut hari biasa memang sepi wisatawan. Warungnya lebih mengandalkan masyarakat sekitar yang membeli sembako dan air mineral.

“Warung saya sudah buka sebelum ada Mikutopia. Namun, ketika tempat wisata dibangun, kami berinovasi menambah variasi jajanan,” katanya. Di antaranya jus buah dan makanan cepat saji. Menurutnya, warung lebih ramai saat akhir pekan atau musim liburan. Namun, wisatawan yang mampir membeli dagangan hanya sekitar 10 orang.

Baca Juga: Tebus Tanah Sengketa Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu lewat Pasar Kuliner

“Untuk masuk pasar kuliner ini, wisatawan harus melewati pintu belakang. Biasanya sopir-sopir yang mengarahkan lewat sini,” imbuhnya. Terkait modal, Yusro mengaku tidak mengandalkan kredit perbankan. Dia memilih memutar pemasukan pribadi agar usahanya tetap berjalan. (yun/dre)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
modal umkm sengketa lahan Bumiaji