Baru 341 KK di Dusun Kedung, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang Pilah Sampah dari Rumah

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB
OLAH SAMPAH: Petugas di TPS3R Kedung Kamulyan mengolah sampah menjadi kompos di ruang komposter pada Jumat lalu (7/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
OLAH SAMPAH: Petugas di TPS3R Kedung Kamulyan mengolah sampah menjadi kompos di ruang komposter pada Jumat lalu (7/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI, RADAR BATU - Sebanyak 683 kepala keluarga (KK) di Dusun Kedung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kedung Kamulyan untuk mengolah sampah rumah tangga. Setiap hari, fasilitas tersebut menampung sekitar 8 kuintal hingga 1 ton sampah. Namun, baru separonya yang sudah dipilah dari rumah.

Kepala Dusun Kedung Heri Uswanto mengatakan pemilahan dari rumah membuat sampah yang masuk lebih mudah diolah. Sampah organik diproses menjadi kompos menggunakan ruang komposter. Kompos yang telah bercampur tanah kemudian dijemur. Tujuannya agar proses penghancuran berlangsung lebih cepat.

Hasilnya dimanfaatkan sebagai pupuk di area TPS3R. Sebagian lainnya dijual kepada masyarakat sekitar. Selain kompos, pengelola juga membudidayakan maggot untuk mengolah sampah organik. Maggot tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur dan ayam hias yang dipelihara di kawasan TPS3R.

Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam Air Pertanian, BPBD Jalin Koordinasi Intensif Hadapi Ancaman Karhutla Skala Besar - Radar Batu

Menurut Heri, penggunaan maggot sebagai pakan turut meningkatkan kualitas telur. Salah satunya membuat cangkang lebih kuat. Sementara, sampah residu yang tidak dapat diolah kembali dibakar menggunakan tungku berkapasitas 3 ton. Sistemnya menyerupai insinerator, tetapi pengoperasiannya masih dilakukan secara manual.

Meski kapasitas tungku mencapai 3 ton, sampah yang dibakar hanya sekitar 2 kuintal per hari. Pembakaran dilakukan secara berkala tanpa menunggu tungku terisi penuh. “Kalau sudah ada sampah residu, langsung kami bakar. Jadi tidak menunggu sampai penuh,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Event Fun Run dan Olahraga Komunitas Malang Raya Sepanjang Agustus 2026 - Radar Batu

Heri mengatakan pengelola juga tengah menjajaki kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Tujuannya untuk meningkatkan sistem pengolahan asap hasil pembakaran. Harapannya asap bisa lebih bersih dan minim dampak terhadap lingkungan. Pengolahan dilakukan setiap hari sehingga sampah tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama. 

“Dengan semua pengolahan sampah, tidak ada sampah yang tersisa lagi,” tegas Heri. Pengelolaan mandiri tersebut sekaligus mendukung upaya mengurangi sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Terlebih, TPA Tlekung saat ini tidak melayani sampah masyarakat umum dalam lingkup desa.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Dusun Kedung TPS3R Kedung Kamulyan Sampah Rumah Tangga desa giripurno pengolahan sampah