Ratusan Warga Kabupaten Malang dan Blitar Tuntut PJT I Karangkates Buka Akses Bendungan Lahor

Hawwa Aulia Nur • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Aksi unjuk rasa warga Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Sumber: Instagram.
Aksi unjuk rasa warga Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Sumber: Instagram.

BATU, RADAR BATU - Ratusan warga asal Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar gelar aksi unjuk rasa di Kantor Perum Jasa Tirta (PJT) I Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Aksi demonstrasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 lalu. 

Aksi unjuk rasa tersebut digelar untuk mengungkapkan penolakan terhadap pembatasan akses Bendungan Lahor. Warga memprotes peraturan dari PJT I yang melarang kendaraan roda empat untuk melintasi bendungan tersebut dan hanya mengizinkan kendaraan roda dua untuk melintas dari pukul 09.00 WIB. 

Pembatasan akses untuk bendungan tersebut dinilai menyulitkan mobilitas masyakat. Lantaran, Bendungan Lahor merupakan jalur alternatif yang memangkas jarak antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Krisis Air Batu, Perumdam Minta Kota Malang dan Kabupaten Malang Ikut Jaga Hulu Brantas

Dengan melewati bendungan tersebut, jarak perjalanan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar terpangkas sekitar 6 kilometer. 

Aksi demonstrasi tersebut bermula dengan normal saat pertama kali dimulai pukul 10.00 WIB. Namun kondisi massa memanas karena tidak satu pun direksi atau pejabat PJT I yang turun dan menemui massa. Puncak emosi terjadi saat para demonstran akhirnya membakar ban di depan kantor. 

Salah satu demonstran bernama Hadi Wiyono mengungkapkan bahwa PJT I telah beberapa kali melakukan mediasi dengan warga. Namun pada mediasi tersebut, masyarakat menilai bahwa PJT I belum dapat memberikan solusi yang diharapkan. 

Baca Juga: Sudah Dibacok Suami, Istri di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang Tetap Pilih Rujuk

”Kami ingin Bendungan Lahor ini dibuka untuk masyarakat dan gratis. Tadi kita disuruh nunggu 15 menit, setelah itu diceramahi. Kita tidak butuh ceramah, kita butuh jalan,” ujar Hadi. 

Para demonstran akhirnya membuka paksa portal pembatas yang menutup jalan untuk roda empat di Bendungan karena tak mendapatkan solusi dari PJT I Karangkates. 

Akhirnya pada pukul 13.15 WIB, Manajemen PJT I memberikan solusi terkait kelonggaran akses Bendungan Lohar. PJT I kembali mengizinkan kendaraan roda empat untuk melintas di bendungan tersebut dan membuka akses operasional dari pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB. 

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
Bendungan Lahor Demo Warga Malang Blitar PJT I Karangkates Akses Bendungan Lahor demonstrasi