BATU, RADAR BATU – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu menyiapkan program bakti sosial senilai sekitar Rp 72 jutamenjelang Hari Amal Bakti.
Dana tersebut berasal dari penghimpunan zakat dan infak pegawai Kemenag yang rata-rata mencapai Rp 6 juta setiap bulan melalui kerja sama dengan Baznas Kota Batu.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Batu Ahmad Syakir Sukari mengatakan sebanyak 70 persen hak amildikembalikan kepada Kemenag untuk mendukung kegiatan sosial.
BACA JUGA: Intip Peluang Kerja Luas Menjadi Pengajar Bahasa Indonesia untuk Warga Asing
"Tahun ini bakti sosial direncanakan berlangsung di Kelurahan Sisir," ujarnya. Sebanyak 105 warga menjadi sasaran penerima manfaat.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang menyasar 81 mustahik di Desa Pandanrejo.
Setiap penerima akan memperoleh paket sembako senilai Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.
BACA JUGA: Kuliah S1 STEM Gratis dan Mentorship Praktisi, Simak Rincian Beasiswa Amgala 2026
Selain itu, Kemenag juga melibatkan sekitar 60 pegawai untuk membantu mengidentifikasi calon penerima bantuan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Syakir menegaskan bantuan bagi warga nonmuslim tetap diberikan melalui dana infak dan sedekah, bukan dari dana zakat, sehingga tetap sesuai dengan ketentuan syariat. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan