BATU, RADAR BATU – Pengelolaan zakat di Kota Batu mulai bergeser dari bantuan konsumtif menuju program pemberdayaan masyarakat.
Lazismu Kota Batu kini mengarahkan penyaluran dana zakat ke sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan sosial lingkungan.
Kepala Lazismu Kota Batu Ramadiansyah mengatakan pihaknya menerapkan dua pola penyaluran.
BACA JUGA: Perebutan Juara Ketiga: Akankah Inggris Raih Gelar Pertama atau Prancis yang Kesekian Kalinya?
Yakni bantuan karitatif untuk kebutuhan mendesak dan bantuan produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami mengembangkan pola produktif agar zakat mampu meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat," ujarnya.
Hingga Juni 2026, Program Beasiswa Mentari telah membantu 47 siswa. Sementara Program Ketahanan Pangan Keluarga menjangkau 34 keluarga rentan di Kota Batu.
BACA JUGA: Hadiri Panen Raya di Malang, Presiden Prabowo: Petani dan Nelayan Adalah Pahlawan yang Sebenarnya!
Menurut Rama, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menghimpun dana, melainkan memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Karena itu, Lazismu mulai menerapkan digitalisasi survei lapangan untuk memvalidasi data calon penerima manfaat.
Ia berharap zakat semakin dipahami sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang dapat ditunaikan sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadan. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan