Dana Zakat Menguat, Filantropi Bergeser ke Pemberdayaan, Lazismu Himpun Rp 225,8 Juta, Kemenag Siapkan Baksos Rp 72 juta, Penyaluran Mulai Diarahkan u

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 14:00 WIB
DANA ZAKAT MENGUAT: Tim Baznas berikan bantuan beasiswa untuk siswa/i di jenjang SMP/MTs beberapa hari lalu. BAZNAS BATU
DANA ZAKAT MENGUAT: Tim Baznas berikan bantuan beasiswa untuk siswa/i di jenjang SMP/MTs beberapa hari lalu. BAZNAS BATU

 

BATU, RADAR BATU - Pengelolaan zakat di Kota Batu mulai bergeser dari sekadar bantuan konsumtif menjadi program pemberdayaan. Sepanjang tahun ini hingga Juni lalu, Lazismu Kota Batu berhasil menghimpun zakat Rp 225,8 juta. Di saat bersamaan, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu menyiapkan penyaluran dana sosial sekitar Rp 72 juta melalui program bakti sosial akhir tahun.

Menariknya, kenaikan penghimpunan zakat di Lazismu terjadi saat jumlah muzakki justru menurun. Data Lazismu mencatat, jumlah muzakki turun dari 124 orang pada 2023 menjadi 81 orang pada 2025. Hingga Juni 2026, tercatat 65 muzakki aktif. Namun, nilai zakat justru meningkat tajam. Pada semester pertama tahun ini, penghimpunan mencapai Rp 225,8 juta. 

BACA JUGA: Drama 10 Gol, Inggris Segel Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Prancis

Angka itu telah melampaui total penghimpunan sepanjang 2025 yang hanya sebesar Rp153 juta. Kepala Lazismu Kota Batu Ramadiansyah mengatakan peningkatan itu menunjukkan kesadaran berzakat tidak hanya diukur dari jumlah pembayar. Nilai zakat yang ditunaikan juga meningkat.

Dana yang terkumpul disalurkan melalui enam program utama. Di antaranya pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan sosial lingkungan. “Kami mengembangkan dua pola penyaluran, yakni karitatif untuk kebutuhan mendesak dan produktif untuk pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA: Peminat SD Negeri Menurun, Mendikdasmen Bergerak Ambil Langkah

Hingga Juni tahun ini, Program Beasiswa Mentari telah membantu 47 siswa. Sementara, Program Ketahanan Pangan Keluarga menjangkau 34 keluarga rentan. Menurut Rama, tantangan terbesar berada pada validasi data penerima manfaat dan kondisi geografis wilayah perbukitan. Untuk mengatasinya, Lazismu menerapkan digitalisasi survei lapangan.

Di sisi lain, Kemenag Kota Batu juga menyiapkan program bakti sosial menjelang Hari Amal Bakti. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Baznas Kota Batu. Setiap bulan, zakat dan infak pegawai Kemenag mencapai sekitar Rp 6 juta. Dalam setahun nilainya diperkirakan mencapai Rp 72 juta.

Sebanyak 70 persen dana itu dikembalikan kepada Kemenag sebagai hak amil. Dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Batu Ahmad Syakir Sukari mengatakan tahun ini bakti sosial direncanakan berlangsung di Kelurahan Sisir.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Menu Gelato di Centrale Batu, Ada yang Cocok Buat Pencinta Cokelat!

Target penerima manfaat mencapai 105 orang. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya menyasar 81 mustahik di Desa Pandanrejo. “Kami juga menyalurkan bantuan kepada warga nonmuslim melalui dana infak dan sedekah, bukan dari dana zakat,” katanya.

Setiap penerima akan memperoleh paket sembako senilai Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

BACA JUGA: Dua Jasad Turis China di Labuan Bajo Masih Menunggu Pemulangan

Selain penyaluran bantuan, Kemenag memperkuat edukasi zakat kepada pegawai. Sekitar 60 pegawai dilibatkan untuk membantu mengidentifikasi warga yang layak menerima bantuan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Baik Lazismu maupun Kemenag menilai tantangan terbesar bukan lagi menghimpun dana. Namun, membangun pemahaman bahwa zakat merupakan instrumen pemberdayaan yang dapat ditunaikan sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadan. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
baznas batu dana zakat penyaluran zakat santunan beasiswa