BATU RADAR BATU - Kota Batu mendapat tambahan kuota besar dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026. Pemerintah pusat mengalokasikan 200 unit bantuan bedah rumah, melonjak hampir enam kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 34 unit.
Tambahan kuota tersebut disampaikan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Siraitsaat kunjungan kerja ke Kota Batu pada 1 Juli lalu.
"Besaran bantuan BSPS dialokasikan sebesar Rp20 juta per unit," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Peningkatan kuota itu menjadi angin segar bagi upaya perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Kota Batu.
Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) langsung melakukan pendataan terhadap ratusan usulan yang masuk dari desa dan kelurahan.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Batu Prasetyo Bagus Wicaksono mengatakan, total terdapat 513 usulan rumah yang diajukan tahun ini.
BACA JUGA: Wajib Tahu! Belajar Bersama Ternyata Ampuh Atasi Stres Akademik
Sebanyak 458 unit berasal dari usulan pemerintah daerah, sedangkan 55 unit lainnya diajukan melalui jalur Kementerian Sosial.
Meski demikian, tidak seluruh usulan dapat langsung memperoleh bantuan karena proses verifikasi masih berlangsung menyesuaikan kuota dan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Saat ini, sebanyak 100 rumah telah resmi memperoleh Surat Perintah (SP) dari Direktorat Jenderal Kementerian PKP untuk segera dibedah.
BACA JUGA: BLT Kesra Rp900 Ribu Kembali Jadi Sorotan, Pemerintah Belum Umumkan Jadwal Pencairan Resmi
Sebaran penerima tahap pertama meliputi Desa Sumberbrantas sebanyak 37 unit, Kelurahan Temas 31 unit, Desa Oro-oro Ombo 30 unit, dan Desa Pesanggrahan dua unit.
Sementara itu, sisa kuota akan ditetapkan setelah proses verifikasi terhadap usulan lainnya selesai dilakukan. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan