Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

10 Ribu Petani Senior di Kota Batu Justru Paling Melek Digital

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB
PERTANIAN: Tim PPL Pertanian dan TNI memberikan arahan kepada petani Di Desa Beji, Kecamatan Junrejo beberapa hari lalu.
PERTANIAN: Tim PPL Pertanian dan TNI memberikan arahan kepada petani Di Desa Beji, Kecamatan Junrejo beberapa hari lalu.

 

BATU - Berdasarkan data terbaru Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian Fakta Tahap I di Kota Batu, mayoritas petani yang menguasai teknologi digital justru datang darinya menyumbang 2.501 orang.

Fakta ini membuktikan generasi tua jauh lebih adaptif dan terbuka terhadap modernisasi. Penggunaan teknologi digital di lapangan mencakup pengoperasian alat mesin pertanian (alsintan) modern, pemanfaatan ponsel pintar untuk berburu informasi, penerbangan drone, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) demi efisiensi lahan.

Baca Juga: 34 Warga Kota Batu Jalani Rehabilitasi Narkoba

Di balik progresivitas generasi tua, laporan tersebut sekaligus menyingkap rapor merah regenerasi. Tercatat masih ada 704 petani muda usia produktif yang belum menyentuh digitalisasi. Kondisi ini diperparah data keterlibatan remaja di bawah usia 19 tahun di sektor pertanian Kota Batu yang berada di titik nadir, yakni hanya tersisa 9 orang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan bimbingan teknis transformasi digital dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan pascaproduksi tengah dimasifkan. “Kami terus berupaya melakukan bimbingan teknis mengenai transformasi digital, seperti edukasi digital marketing,” ujarnya.

Baca Juga: 34 Warga Kota Batu Jalani Rehabilitasi Narkoba

Tujuannya untuk terus mengangkat nilai ekonomi di bidang pertanian agar tidak ketinggalan zaman. Dengan begitu, petani kita tidak hanya fokus pada budidaya saja, tetapi juga mampu mengelola pasar sendiri. Menurut Hendry, strategi hilirisasi produk menjadi instrumen krusial untuk memikat kembali minat angkatan muda yang telanjur menjauh dari sawah.

Dia juga mengklaim sedang merancang program inkubasi untuk mencetak agen perubahan dari sisa kelompok milenial yang ada. Dari sekitar 300 petani muda yang ada, saat ini sedang diseleksi lagi menjadi 30 petani pilihan. Mereka kami dampingi untuk mempercepat transformasi teknologi tingkat lanjut, pungkas Hendry. (kr2/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pertanian modern #teknologi digital #petani muda #pertanian kota batu #regenerasi petani