BATU, RADAR BATU - Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga nama kandidat yang lolos ke putaran final seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) kemarin (5/6). Uniknya, ketiga birokrat yang akan berebut kendali atas roda pemerintahan daerah tersebut sama-sama memiliki inisial huruf depan A. Merujuk pada surat pengumuman resmi nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026, ketiga figur itu adalah Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, dan Mohammad Nur Adhim.
Perebutan kursi jenderal birokrasi di lingkungan Pemkot Batu kini memasuki babak penentuan yang sarat nuansa politis dan strategis. Trio yang dijuluki 'Triple A' ini berhasil menyisihkan tiga pesaing birokrat lainnya, yakni Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Ahmad Dahlan, melalui serangkaian ujian yang diklaim sangat ketat.
BACA JUGA: Anak Introvert Cocok Masuk Jurusan Apa? Ini Daftar Pilihannya
Pengerucutan kandidat menjadi tiga besar ini didasarkan pada parameter penilaian yang objektif. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu Santi Restuningsasi menyebut hasil tersebut merupakan akumulasi nilai komprehensif dari seluruh tahapan yang bergulir sejak April lalu.
Tim pansel tidak sekadar mengalkulasi nilai administrasi dan kompetensi, tetapi juga membedah ketajaman makalah strategis, performa presentasi, hingga rekam jejak integritas para peserta selama berkarir di birokrasi. Kendati berhasil mengantongi nilai tertinggi dari pansel, kursi Sekda definitif nyatanya belum aman di genggaman para kandidat.
BACA JUGA: Bukan Hanya Kopinya, Menu Hangat di Tempat Ini Cocok Dinikmati Saat Batu Berkabut
Santi menegaskan babak final sesungguhnya baru saja dimulai. Nasib ketiga birokrat ini sepenuhnya dilimpahkan ke meja kepala daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Mereka wajib melewati satu ujian krusial terakhir, yakni sesi wawancara eksklusif dan penyelarasan visi pembangunan bersama Wali Kota Batu.
Mengingat posisi Sekda adalah motor penggerak sentral yang mengatur denyut nadi birokrasi, jajaran eksekutif menolak mengambil keputusan secara terburu-buru. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyebut penentuan nama definitif ini menuntut kecermatan ekstra.
BACA JUGA: Jangan Minder Jadi Introvert, Banyak Jurusan Kuliah yang Justru Membutuhkan Karakter Ini
Pihaknya bakal segera menjadwalkan diskusi pendalaman khusus bersama pimpinan daerah setelah Wali Kota kembali aktif berdinas. Heli menjamin ketiga kandidat yang disodorkan pansel memiliki rekam jejak dan kapasitas manajerial yang sama-sama mumpuni.
Setelah proses seleksi terbuka menyentuh garis finis di tingkat birokrasi, jalannya pemerintahan di Balai Kota Among Tani tinggal menanti keputusan final dari pemegang hak prerogatif tertinggi. Keputusan itulah yang nantinya akan memutuskan secara mutlak terkait sosok yang akan menakhodai seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Batu. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan