BATU, RADAR BATU - Perebutan kursi Sekda Kota Batu kini memasuki fase krusial. Enam kandidat panglima ASN menjalani tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba di RSUD Karsa Husada Batu kemarin (21/5). Uji klinis secara maraton di Graha Amarilis ini digelar untuk menyaring ketangguhan para jenderal eselon II sebelum melangkah ke tahapan wawancara
Pemeriksaan medis menyeluruh tersebut menjadi prasyarat mutlak yang wajib dilalui peserta. Sebelumnya, mereka telah menyelesaikan uji kompetensi keahlian di BKD Provinsi Jawa Timur serta adu gagasan ilmiah di Balai Kota Among Tani. Penjaringan dibuat berlapis demi mendapatkan figur yang bersih dari masalah hukum maupun kesehatan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu Santi Restuningsasi menegaskan instrumen pemeriksaan kali ini dirancang sangat ketat. "Item pemeriksaannya mulai dari tes gula darah, rontgen thorax, psikotes, hingga konfirmasi lab untuk tes bebas narkoba," urai Santi saat memantau jalannya tes di ruang VIP lantai 3.
Baca Juga: Enam Kandidat Sekda Kota Batu Jalani Uji Maraton di BKD Jatim
Kendati hasil klinis segera keluar, nasib keenam kontestan belum sepenuhnya aman. Mereka masih harus menghadapi satu tahapan pamungkas yang paling menentukan, yakni wawancara tatap muka langsung dengan Wali Kota Batu Nurochman. Sesi krusial ini akan digelar setelah orang nomor satu di Pemkot Batu itu kembali dari ibadah haji di Tanah Suci.
Tahapan wawancara akhir tersebut diproyeksikan menjadi ruang bagi pimpinan daerah untuk menakar langsung faktor kepercayaan secara mendalam. Wali Kota memerlukan figur dirigen birokrasi yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga loyal dan selaras dengan visi politiknya.
Baca Juga: Enam Kandidat Sekda Kota Batu Mulai Adu Gagasan di BKD Jatim
Manajemen BKPSDM meminta publik bersabar karena akumulasi nilai seluruh rangkaian pengujian baru akan diumumkan resmi awal bulan depan. Enam nama yang tengah bertarung antara lain Akhmad Dahlan (Kepala Bakesbangpol), Alfi Nurhidayat (Kepala Dinas Pendidikan), dan Arief As Siddiq (Kepala Disperum).
Tiga kompetitor lainnya yakni Bangun Yulianto (Kepala Bappelitbangda), Endro Wahjudi (Inspektur Daerah), serta Mohammad Nur Adhim (Kepala Bapenda). (ori/dre)
Editor : A. Nugroho