BATU - Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai mendapat sorotan tajam dari legislatif.
DPRD Kota Batu mengingatkan panitia seleksi (pansel) agar menjaga independensi dan menutup celah konflik kepentingan.
Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Punjul Santoso menegaskan proses seleksi tidak boleh dipengaruhi kedekatan personal maupun kepentingan politik tertentu.
BACA JUGA: Rekomendasi Wahana Ekstrem di Kota Batu, Cocok untuk Pecinta Adrenalin
“Prosesnya harus benar-benar fair dan kredibel. Jangan sampai ada kesan titipan atau pengondisian,” tegasnya.
Menurut Punjul, Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan posisi strategis yang menentukan arah pengendalian birokrasi daerah.
Karena itu, kandidat yang dipilih harus memiliki pengalaman lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan kapasitas manajerial yang kuat.
BACA JUGA: Berasa Masuk Dunia Fantasi, Suasana Asri Taman Kemesraan Jadi Daya Tarik Wisatawan
Ia mengakui stok pejabat senior di lingkungan Pemkot Batu saat ini cukup terbatas akibat banyaknya pejabat yang memasuki masa pensiun.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar seleksi.
“Yang dipilih harus benar-benar punya rekam jejak terbaik dan mampu menjaga birokrasi tetap sehat,” ujarnya.
Punjul juga meminta pansel membuka ruang aspirasi publik, termasuk masukan dari tokoh masyarakat, akademisi, dan media massa.
Menurutnya, transparansi penting agar hasil seleksi memiliki legitimasi kuat di mata publik. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan